La Formosa Noche

Taipei, 10 September 2007

Formosa berarti indah atau cantik dalam bahasa Portugal. Inilah julukan yang diberikan oleh para pelaut Portugal yang pertama kali mendarat di pulau Taiwan. Julukan lengkapnya adalah Isla Formosa, beautiful island, pulau yang indah. Sedangkan noche adalah malam dalam bahasa Spanyol. Jadi walaupun berasal dari 2 bahasa berbeda, aku menggabungkannya ke dalam satu kalimat menjadi La Formosa Noche, malam yang indah.

Indah karena malam ini adalah malam perkenalan dan orientasi bagi mahasiswa internasional di NTU. Jarang - jarang melihat orang dari berbagai negara tumpek blek di satu tempat bersama - sama. Senang sekali bisa berkenalan dengan orang dari berbagai negara.

Senang karena ini untuk pertama kalinya kami bertiga, 3 orang mahasiswa Indonesia di R & D bisa berkumpul bareng - bareng. Membawa sedikit suasana kampung halaman ke Taipei.

Senang juga karena dalam perjamuan tadi suasana restoran NASSAS di pinggir kampus utama NTU benar - benar sangat indah. Berada tepat di pinggir jalan besar, tapi disini tidak seperti jika kau makan malam di Jakarta, tidak ada kemacetan lalu lintas yang menghiasi jalanan. Rapih. Bersih. Dan zona hijau di dekat sana serta lampu - lampu pertokoan menambah romantis suasananya. Dan aku pun senang karena akhirnya aku bisa mendapatkan surat tanda asli bahwa aku diterima di NTU yang tidak aku dapatkan di Indonesia. Tapi hatiku masih saja sepi, karena kekasihku tidak di sampingku.

Anyway, aku berkenalan dengan seorang mahasiswa asing asal Turki tadi. Senang rasanya. Kebetulan aku mendaftar untuk beasiswa ke Turki juga dulu sebelum akhirnya diterima di Taipei. Dia senang sekali mendengar bahwa begitu banyak kerjasama antara pemerintah Turki dan pemerintah Indonesia. Kebetulan perjalanan kami juga mirip. Perjalanan ke Taiwan adalah perjalanan pertama bagi kami berdua ke luar negara masing - masing. Dia juga diterima di Teknik Elektro walaupun beda penjurusan denganku. Dan diapun seorang muslim, walaupun entah dia sholat atau tidak. Rata - rata mahasiswa asing disini sudah tinggal selama 1 - 2 tahun sebagai persiapan. Wow…benar - benar diseriusin yah…..Beda dengan kita dari Indonesia yang baru 2 - 3 hari nyampe, he…he….benar - benar modal nekat. Ah…beautiful night.

Aduh….mengapa istriku belum juga menghubungiku sampai sekarang yah ??? Sayang, aku rindu padamu. Yang terbawa padaku hanya manset-mu yang masih harum dengan satu harapan bahwa aku bisa bertemu pemiliknya kembali. Aku belum bisa meneleponmu karena kesulitan telekomunikasi disini. Tolong bukalah blog ini segera……..Hatiku selalu tertambat di rangkaian pulau - pulau indah Indonesia.

- Muhammad Rizki Ramadhani -

Leave a Reply