The Taiwan Dream
Taipei, 9 September 2007
Apa kabar blog ?? Lama tak berjumpa lagi, setelah kuhancurkan seluruh tulisan - tulisan lamaku. Aku menghapusnya karena muak dengan tulisan tersebut, dan aku juga tak mau mengingat - ingatnya lagi.
Kita berjumpa disini, saat aku genapkan satu mimpi besarku kembali, saat aku akhirnya untuk pertama kalinya berangkat ke luar negeri.
Dan aku tak pernah menyangka bahwa negeri yang kutuju di luar Indonesia untuk pertama kalinya adalah ……Taiwan. Fiuhh…perjalanan yang melelahkan sekali kemarin. Terbang selama kurang lebih 9 jam dengan China Airlines dan sekali transit di Hong Kong.
Hmm….unik. Karena aku tak pernah membayangkan perjalanan ke sini sebelumnya. Unik karena negara ini pun cukup unik.
Taiwan berada di persimpangan pengakuan dunia. Karena Taiwan berada di bawah bayang - bayang Cina yang mengklaim Taiwan sebagai salah satu bagian dari negeri itu. Tapi Taiwan sendiri tetap berdiri secara de facto dan de yure sebagai satu negara. Hal ini disebabkan karena faktor sejarah dan politis antara Cina dan Taiwan. Cina saat ini dikuasai kubu komunis (Kung Chang Tang) yang mengusir kubu nasionalis (Kuo Min Tang) pada perang tahun 1949. Kubu nasionalis tersebut akhirnya pindah ke Taiwan dan mendirikan Republic of China alias Cina Taiwan seperti yang ada sekarang. Perbedaan aliran politik inilah yang menyebabkan Taiwan terpisah dari Cina.
Walaupun demikian Taiwan sendiri adalah negara yang luar biasa. Luasnya hanya sekitar 14 mil persegi, 3 kali lebih kecil dari pulau Jawa yang memiliki luas 50 meter persegi. Tetapi dengan ukuran yang kecil itu, Taiwan termasuk dalam Empat Naga Baru Asia (Asian Four Little Dragons). Sebuah julukan yang diberikan Bank Dunia karena pertumbuhan ekonominya yang cukup cepat dan tingkat ekonominya yang tinggi. Selain Taiwan, naga - naga lainnya adalah Hong Kong, Singapura, dan Korea Selatan.
Taipei sendiri sebagai ibukota Taiwan juga cukup bersih dan rapih. Sistem transportasinya tidak berantakan seperti di Jakarta. Dan disini ruang - ruang hijau dijaga dengan baik bahkan ada taman kota yang cukup luas di pusat kota.
NTU alias National Taiwan University juga kampus yang cukup besar dan modern. Berdiri sejak 1928 (saat sumpah pemuda dikumandangkan di Indonesia), NTU merupakan kampus terbaik di seluruh Taiwan. Berada di ranking 108 dunia versi THES London, dan punya satu lulusan yang pernah meraih nobel kimia tahun 1986. Dan hanya NTU-lah yang punya lulusan peraih nobel di seluruh Taiwan dan di seluruh 4 naga kecil Asia. Hmm…membanggakan bukan. Senang bisa menjadi mahasiswa di sini, walaupun dengan segala kelebihan dan kekuranganku (terutama kekurangan duit kali ye…he…he…he..).
Well, Insya Allah 2 tahun dari sekarang aku harus menyebut kota ini sebagai rumah. Dan aku harus kembali dari sini dengan hasil yang terbaik. Satu - satunya yang menggangguku disini adalah aku rindu keluargaku, dan terutama bidadariku di Depok sana yang berulang tahun hari ini (maaf suamimu belum bisa memberi hadiah hiks..hiks…). Alia, I just want to know that I miss you from the first time I arrive in this city, in this country, in this island. I love you.
Oke, buat geng Singapura (Matnur dan Fauzan Zidni) serta geng Korea Selatan (Chairul dan Boy), ayo pelajari budaya dan juga sejarah negeri tempat kalian berada. Dan pelajari bagaimana mereka bisa lahir menjadi naga baru asia. Tugas kita untuk membuat Indonesia menjadi naga kelima. Biar jadi Power Ranger Asia ha…ha….
Oke, salam hangat buat kalian. Dan salam cinta khusus untuk istriku Alia Prima Dewi. Greetings from Taipei. Ya, Allah lindungilah aku dan lancarkanlah urusanku disini. Amien.
- Muhammad Rizki Ramadhani -