Ujian……

Tuhan…..
Habis sudah semuanya
Dan sekarang di awal bulan sucimu

Hamba merenung
Hamba menangis
Hamba berkeluh kesah

Izinkan hamba dalam dunia hamba sendiri
Dalam ruang hampa
Kosong…..

Tetapi benarkah itu kosong
Ada nikmatmu di dalamnya
Nikmat yang selalu kunafikan
Ada cobaan derita mengisinya
Dan kupikir cobaan itulah seluruh duniaku

Tuhan……
Apa jadinya aku
Saat rasanya beban tak mampu lagi kutahan
Dan mata hati terlalu nista untuk terbuka
Aku gembel
Aku gelandangan
Aku tak punya apa - apa
Dan apakah ada pintu terbuka untukku di atas sana

Aku tak kuat, sungguh tak kuat
Andai aku adalah raja waktu di dunia
Tapi tidak, tidak bisa kubeli sedetik pun
Dan pundi - pundi tak jua mudah didapat
Dari rahim bumimu dan luas langitmu

Wahai penguasa takdir….
Sedang dimana kiranya aku berlakon
Dalam bab apa aku menjad pemain utama di buku nasibmu ???

Ah……..meratap tak boleh
Tapi menjalaninya pun berat
Kadang kurasa titik nadhirku sudah sampai
Kadang kurasa tinggal napaskulah milikku terakhir yang belum kukorbankan
Tapi hanya satu pikiran jernih dalam otakku yang sudah penuh dengan keluh kesah

Hidup terlalu berharga untuk disia - siakan

Kumohon beri akhir yang indah di ujungnya
Atau ambil saja napasku, dan beri akhir yang indah di ujungnya

- Memory of Taipei, 12 September 2007 -
- Ma Fu Yue -

NB : Cina dan Arab adalah dua bangsa dengan sastra paling indah di dunia.

Leave a Reply