Archive for October, 2007

Misi : BUNUH DIRI !!!!!!!!

Sunday, October 28th, 2007

Taipei, 28 Oktober 2007

Hey, aku sudah ceritain belum kalau ada mahasiswa Taiwan yang mau coba bunuh diri di depan kamar asramaku ??? Kejadiannya hari senin yang lalu. Sekitar jam 3 dinihari.

Waktu itu aku masih browsing internet di kamar sementara teman sekamarku Jaya alias Big Zay sedang asyiknya tertidur memimpikan bidadari (hua….ha…..ha……). Saat sedang asyik-asyiknya browsing, tiba-tiba….BRUAKKKKKKKK. Ada bunyi jatuh yang keras persis di depan jendela kamar asramaku, dan setelah itu bunyi gubraknya disusul dengan suara mengerang.

Kupikir ada apaan, tapi saat melongok keluar jendela, wow ada orang terkapar menegerang di bawah jendela kamarku. Kebetulan kamarku berada di lantai satu, sedangkan seluruh Sushe (ini bahasa Cinanya asrama) berjumlah 5 lantai.

Kontan supervisor asrama langsung keluar, dan beberapa orang yang lain juga keluar melihat apa yang terjadi. Dan rupanya…. yup… benar. Tuh orang lagi berusaha bunuh diri.

Angka bunuh diri di daerah Asia Timur memang cukup besar. Rekor dipegang oleh Jepang yang angka bunuh dirinya tertinggi se-dunia (kayak nyawa bisa dibeli di pasar malam aja…..). Taiwan, Hong Kong, dan Cina menyusul. Kayaknya Indonesia juga bisa jadi pemegang rekor bunuh diri juga nih, mengingat saat ini kejadian bunuh diri makin marak di Indonesia bahkan terjadi sampai di kalangan anak - anak untuk urusan yang sepele…….tidak dibelikan buku gambar, dimarahin ortu, dan yang paling sering adalah himpitan ekonomi. Thanx to para politisi kita yang senang berdebat dan menyelamatkan kekuasaan dan omong doang tanpa kerja, mereka berjasa untuk mengurangi jumlah penduduk Indonesia yang padat, karena mereka berhasil membuat makin banyak mereka yang bunuh diri (sinis banget yah….emang iya !!!).

Ada yang bilang kenapa di Asia Timur banyak yang bunuh diri karena mereka banyak yang gak punya agama. Jadi tidak ada semacam ingatan religius dan psikologis mereka yang mencegah agar mereka tidak bunuh diri. Tapi kalau kayak gini sih, harusnya di Amrik dan Eropa juga angka bunuh diri tinggi. Tapi tidak sebanding dengan yang ada di Asia Timur.

Teori kedua menyatakan bahwa bunuh diri marak di Asia Timur lebih karena prinsip orang-orang Asia Timur yang keras. Maklum, kayak di Jepang misalnya. Prinsip Bushido-nya kuat banget. Lebih baik mati (harakiri, seppuku), ketimbang gagal bertugas. Banyak pejabat di Jepang atau Korsel memilih mengakhiri hidupnya jika gagal menjalankan tugas, minimal mundur dengan bertanggung jawab. Suatu contoh bertanggung jawab yang baik walaupun kebablasan kalau sampe bunuh diri.

Di Indonesia, boro-boro tanggung jawab. Kalau salah, sembunyiin kesalahan. Kalau kesalahannya ketahuan maka mulau cari alasan. Kalau alasannya gak bisa diterima minta maaf. Terus selesai. Besoknya, bikin salah lagi deh dan mengulang looping yang sama. Lingkaran setan bgt.

Di Asia Timur bunuh diri kalau gagal. Padahal belum tentu kegagalan pejabat itu karena kesalahan dia pribadi.

Herannya di Indonesia, lebih luar biasa lagi. Ada penyakit baru yang namanya penyakit "pengadilan". Yaitu pejabat yang salah, tiba-tiba sakit pas mau dibawa ke pengadilan. Pas diluar pengadilan malah sembuh, eh pas dibawa ke pengadilan sakit lagi. Luar biasa. Hebatnya berkali-kali sakit di pengadilan tapi gak mati-mati juga !!!!! Soeharto, Nurdin Halid, Wijanarko Poespoyo, aduh…..banyak deh. Luar biasa deh pejabat di negara kita.

Anyway kembali ke orang Taiwan yang mau bunuh diri itu, sungguh disayangkan akhirnya dia gak mati (he…he…). Hasil pemeriksaan petugas sih dia memang berusaha bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 5 asrama. Ada yang bilang dia bunuh diri karena diputus pacar. Tapi ada juga yang bilang bahwa dia bunuh diri karena belum ngerjain tugas yang mesti dikumpul besoknya (ini serius lho..). Dia gak jadi mampus sih, cuman leher dan tulang belakang "saja" yang patah. Yah baguslah dia gak jadi koit di depan kamar gw. Susah juga ada hantu gentayangan di depan kamar he..he..

Saya turut berduka cita untuk dia, karena dia ingin mati tapi gak bisa mati ha…ha……..Buat pacarnya yang mungkin memutuskan hubungan dengan dia, semoga usaha bunuh diri ini membuka hatinya untuk mau menerima dia sebagai pacar dan bahkan lanjut ke jenjang pernikahan. Buat profesor yang ngasih tugas berat sama dia sehingga dia bunuh diri, semoga hatinya terbuka untuk bisa memberikan nilai A buat dia. Dan kalaupun pacar atau profesornya gak terbuka hatinya, minimal dia bisa bunuh diri lagi di rumah sakit yang lantainya lebih tinggi. Itu juga kalau bisa mati, kalau masih hidup juga ??? He…he..

Lain kali gw pasang deh peringatan di dekat kamar gw. "Ini kamar orang Indonesia yang sangat menghargai hidupnya, anda mau bunuh diri ????? Cari lokasi yang lain aja. Dan pastikan anda sudah menelepon jasa pemakaman 10 menit sebelumnya agar ada yang mengangkat jenazah anda nanti." Ha…ha…ha……..

OK, see you with another story. Jangan bunuh diri ya, termasuk kalau gagal menjalankan tugas kuliah dan kemahasiswaan. Terserah sih, nyawa masing-masing kok.

- Ma Fu Yue -

8.45 to Yilan

Sunday, October 28th, 2007

Taipei, October 28th 2007

Terima kasih buat mereka yang sudah memberikan comments di blogku, sangat konstruktif. Aku jadi merasa bangga punya blog dan gak mau kuhapus-hapus lagi he..he…

Oke, berhenti mengasihani diri dan lebih baik menikmati indahnya Taipei. Aku lagi tergila-gila dengan film western cowboy baru berjudul "3.10 to Yuma". Jadi blog kali ini kuberi judul 8.45 to Yilan.

8.45 karena aku bepergian jam 8.45 kemarin lebih tepatnya (ngaret dikit sih). Yilan, karena kesanalah tujuanku. Yilan Shi, alias Yilan city, alias kota Yilan. Terletak di sisi barat pulau Taiwan, perjalanan ke Yilan akan membawa kalian melewati daerah pantai di pesisir Utara Taipei. Aku yakin pasti ada daerah pantai alias Hao Tan yang bagus di Taiwan. Cuman pantai yang kita lewati sangatlah terjal dan tidak cocok untuk berenang, kalau mau bunuh diri mungkin bisa he..he..(ini nanti aja ceritanya).

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan selama dua jam, kita akan masuk ke kota Yilan yang sangat asri, kental dengan nuansa pedesaan, banyak kuburan Cina dan punya beberapa kuil di perbukitan yang cocok buat jadi tempat shooting film kung fu.

Yilan adalah kota ketiga di Taiwan yang kukunjungi dalam dua bulan pertamaku di Taiwan ini. Selain Yilan, minggu lalu aku mengunjungi Taichung dalam perjalanan melukis bebek kayu yang mengesankan, dan juga tentu saja Taipei tempat tinggalku.

Kebetulan ada pagelaran budaya Indonesia, dan pagelaran itu dilakukan di Yilan karena disana ada pusat kesenian nasionalnya Taiwan.

Kebetulan lagi, yang pada waktu itu sedang mentas adalah rombongan Sulawesi Selatan. Kampungku sendiri. Wow….it’s fun bisa bertemu orang-orang satu kampung lagi. Jadinya, aku harus menjelaskan mengenai tari-tarian Sulawesi dan budayanya serta adat istiadat disana. Masak banyak yang gak tahu kalau Pangeran Diponegoro dimakamkan di ibukota Sulawesi Selatan, Makassar ?

Aduh ….ini nih yang bikin budaya kita gampang diambil dan diobrak-abrik bangsa lain. Gak heran deh Malaysia bisa ambil lagu Rasa Sayange, Caca Marica, dan Jali Jali (serta sebentar lagi ngambil lagu goyang dombret juga). Kita gak tahu budaya dan sejarah bangsa kita sih.

Beda rasanya melihat kebudayaan negeri sendiri jauh di negeri orang. Kau akhirnya akan merasa ada sesuatu yang dibanggakan, dan mungkin lebih merasa tidak tahu dengan bangsamu sendiri. Yah….kulutr alias budaya. Satu hal penting dalam kehidupan, yang sering pula menjadi benturan dalam kehidupan.

Aku ingat sebelum menikah tiga bulan lalu. Ayah sempat tidak setuju, lebih karena masalah budaya. Bukan benturan budaya, tetapi ketakutan bahwa aku akan mengesampingkan kebudayaanku yang mesti diwarisi turun temurun. Well, of course not dad.

Mestinya tamparan Malaysia dalam kasus Rasa Sayange memberi pengingatan pada kita untuk tetap menjaga budaya bangsa sendiri. Itulah aset bangsa. Dan aku pun berada disana, menjaga budaya bangsa yang majemuk, termasuk budayaku sendiri. Dan aku akan menjaga agar siapapun tidak boleh mengambil budaya bangsa kita yang unik ini, atau mencoba-coba mengganti budaya kita dengan identitas budaya lain dengan menggerus habis budaya Indonesia. Dead cert….

- Ma Fu Yue -

Apa saja isi laboratoriumku ???

Wednesday, October 24th, 2007

Taipei, 25 Oktober 2007

Sudah cukup dulu untuk hal-hal yang filosofis ya. Kali ini aku tidak ingin menyinggung hal-hal buruk lagi demi kebaikanku dan kebaikan kita bersama.

Mari gembira, dimulai dengan punya banyak teman. Dan ngomong-ngomong soal teman, aku punya banyak teman asing lho disini.

Ada Jose dan Enrique dari Spanyol, sama-sama satu program nih di R&D dan sering bantu-bantuan. Di lab ada 5 orang Taiwan yang benar-benar membantu. Max dari Tainan yang mahasiswa Ph.D., terus Joan, Tsai (wo de laoshi), Gohow, dan Forest (yang senang dengan Forest Gump). Empat yang terakhir mahasiswa master seperti aku. Dan tentu saja Rocky, Jaya, dan teman-teman Formmit yang jadi kawan sepenanggungan tapi beda nasib ha…ha….

Ah lovely little Taiwan……

Lanjut lagi ah bikin tugas.

- Ma Fu Yue -

The Scattered & Shame

Wednesday, October 24th, 2007

Taipei, 25 Oktober 2007. Tengah malam. GIPO Laboratory, NTU.

Akhirnya ada kesempatan untuk bermuhasabah lagi. Dan kali ini aku ingin membicarakan tentang masa lalu, untuk kesekian kalinya dan (Ya Allah tolonglah…..) untuk terakhir kalinya.

Mengapa masa lalu ? Masalahku sebenarnya hanyalah sepenggal sel saraf di otak yang berfungsi menyimpan memori yang sudah lewat, namun disitulah letak masalahnya. Setiap kenangan yang lalu akan teringat terus, dan aku gak mengerti mengapa kenangan terkuat yang selalu timbul adalah 5,5 tahun di UI ????

Masa lalu, kenapa masa lalu ? Russel Crowe yang berperan dalam John Forbes Nash di film "A Beautiful Mind" mengatakan, masa lalu akan terus menghantui kita. Bahkan Imam Al Ghazali pun punya kata - kata mutiara mengenai masa lalu, "masa lalu adalah hal yang paling jauh dari diri kita yang tidak akan mungkin kembali". Tapi Al Ghazali nampaknya lupa, bahwa sesuatu yang paling jauh itu memang tidak bisa kita ubah tapi akan selalu menghantui kita.

Ah….entah kenapa dalam beberapa waktuku aku masih sulit melupakan masa laluku, di tengah indahnya Taipei.

Aku menulis blog ini karena kuliah yang sedang kuhadapi. Ada satu mata kuliah yang membutuhkan keterampilan pemrograman. Dan rupanya, aku sudah lupa sama sekali. Padahal itu sudah pernah kupelajari. Yang lebih bikin aku malu, kawan-kawan disini rata-rata benar-benar menguasai keterampilan pemrograman itu.

Aku malu. Kupikir aku tidak siap untuk kuliah master. Tapi aku sudah disini. Dan pantang bagi prajurit untuk mundur di tengah perang. Sejak dulu, saat aku merasa sudah kehilangan keyakinan, aku sudah ikhlaskan nyawaku. Aku sudah siap mati. Jadi disini pun sama, Master atau mati !!! Itu pilihannya.

Tapi tetap saja semua memaksaku berpikir kembali, tentang apa yang sudah kupelajari dahulu. Total setelah kuhitung kembali, rupanya paling cuman 17 mata kuliah S1-ku yang berkaitan dengan kuliah disini. 17 mata kuliah yang tidak lebih dari satu semester bisa kuambil, dan itu malah memakan 5,5 tahun.

Aku bisa memetik banyak pelajaran dari situ. Tapi sayangnya buruk. Fakta bahwa aku tidak memahami kuliahku, dan sedikitnya materi yang relevan hanya mengungkakan beberapa hal : 1. Aku tidak serius mengatur kuliahku dahulu, 2. Aku tidak mengarahkan kuliahku dengan baik, 3. Belajar hanyalah formalitas mendapatkan nilai bagiku, 4. Aku tidak mengerti apa yang kupelajari namun membanggakan ilmuku yang semu. Sampah. Dan kenapa aku tidak bisa melakukannya ? Apakah mungkin karena aku tidak bisa mengatur aktivitasku dengan kuliahku dulu, hal yang membuatku selalu mengambil 24 sks sejak semester 3 sampai semester 9 ?

Aku bingung apakah aku menyesal atau tidak. 5,5 tahun sia-sia di bangku kuliah untuk persiapan berikutnya. Dan aktivitas kemahasiswaan, jujur aku tidak menyesal ikut. Yang aku sesali adalah aku tahu semuanya, semua kenyataan buruk dari semua yang aku ikuti. Aku sudah kehilangan keyakinan sejak 2 tahun yang lalu. Keyakinan tentang baik dan buruk, hitam dan putih, semua lenyap.

Aku matian-matian untuk fokus di aktivitas yang kemudian membuat pikiranku jungkir balik kacau balau, dan aku korbankan profesionalitas ilmu, dua-duanya hanya dapat hasil yang minim. Matang sih iya, tapi seburuk - buruk jalan untuk menjadi matang. Matang dengan cara mengenal sisi gelap dirimu dan sisi gelap dunia.

Ah…Tuhan kenapa begitu takdir yang ada ? Aku berantakan dan malu. Scattered and shame.

Selalu dan selalu, aku harus merapihkan di akhir. Tapi kali ini untuk terakhir kalinya, ya terakhir kalinya. Merapihkan hidupku untuk terakhir kalinya.

Itulah mengapa aku membiarkan semua arsip masa laluku hilang, lenyap, tak berbekas. Biar lupa. Buku, arsip, file, transkrip, memory, biarlah semuanya hilang. Termasuk aktivitasku. Ya aku akan tegas untuk itu. Keluar dari tarbiyah, membersihkan semua curriculum vitae yang gak jelas, semua harus kulakukan.

Maka mohon maafkan aku kawan-kawanku. Jika nantinya kelak aku harus melupakan kalian. Aku ingin menjadi malaikat, tapi masa laluku hanya membuatku jadi setan.

Andai aku bisa membalik masa lalu. Tapi itu tidak bisa. Aku ingin amnesia, tapi ada segelintir memori indah yang tak bisa kulupakan dari lumpur masa lalu. Maka kau hanya bisa seperti ini, melupakan yang harus dilupakan, mengenang yang harus dikenang. Bukan muka batu, bukan pula kepala batu, tapi otak batu.

Maaf masa laluku. Aku harus tegas mengusirmu, dan memperbaiki semuanya di titik ini. Maaf….

-Rizki-

Taichung, taichung

Saturday, October 20th, 2007

Taipei, 21 Oktober 2007

Jalan - jalan, jalan - jalan, dan jalan - jalan. Apalagi yang harus dilakukan kalau waktu senggang di luar negeri, tentu saja jalan - jalan……

Kemarin rombongan mahasiswa internasional NTU mengadakan Day Trip ke Taichung, di bagian tengah dari Taiwan. Dua jam perjalanan sih, cukup jauh walaupun Taiwan adalah pulau kecil yang bahkan tidak lebih besar dari Jawa Barat.

Kami melakukan bike trail alias perjalanan santai naik sepeda di jalur bike trail di Taichung, terus makan siang, mengunjungi museum kayu di Taichung dan ditutup dengan melukis bebek kayu.

Taichung berasal dari dua kata. Tai dan Chung atau Zhong dalam tulisan aslinya. Tai berarti fondasi atau panggung, sedangkan chung berarti tengah. Jadi kota Taichung bisa diartikan fondasi tengah. Dalam bahasa Cina, empat arah mata angin adalah bei (utara), nan (selatan), dong (timur), dan xi (barat), dan pusat semuanya adalah zhong (tengah). Kebetulan Taiwan punya semua kota di arah mata angin ini, kecuali barat. Taizhong atau Taichung terletak di tengah dari Taiwan. Kota fondasi selatan, Tainan,  berlokasi di sebelah selatan dekat Kaohsiung. Kota fondasi timur ada di Taitung, penyebutan pinyin dari nama aslinya Taidong. Dan fondasi di utara, apalagi kalau bukan Taipei atau Taibei dalam sebutan aslinya.

Taichung cukup sejuk, berlokasi di tengah dan terletak di daerah perbukitan dan hutan yang cukup lebat. Daerah bike trail kami adalah daerah wisata alam yang menawarkan pemandangan gunung dan desa. Jalur bike trailnya memang khusus untuk sepeda, jadi mobil atau motor dilarang masuk. Kita bisa melihat daerah sawah, perbukitan Taichung, daerah kuburan Cina yang unik dan juga jalur kereta api yang sudah lama tidak terpakai. Mungkin peninggalan Jepang saat menjajah Taiwan dulu. It’s very nice.

Kita makan siang di sebuah restoran di Taichung, cuman hati - hati. Soalnya daging babi juga ikut disajikan disana. Coba makan seafood atau sayuran saja, dan untuk membedakan kita harus bilang "wo bu yao zhu rou" biar pelayannya ngerti.

Setelah itu kita ke museum ukiran kayu Taichung sekaligus daerah kerajinan tangan khas Taichung. Di Taichung, hutan masih sangat terjaga dan banyak sekali pohon kayu. Sehingga banyak sekali ukiran kayu yang dibuat. Sebuah museum dibuatkan khusus untuk memamerkan ukiran kayu disana, dan kita bisa melihat banyak ukiran kayu dan perkembangan seni ukir dan pahat di Taichung dan Taiwan disana. Pahatannya bagus dan unik sekali. Aku beli satu gantungan kunci kayu ukir berbentuk pulau Taiwan, plus satu ukiran palu sidang berukuran mini. Ah.. aku gak bisa melepaskan diri dari kehidupan legislatifku. Lagipula, palu sidang adalah lambang keadilan sejati dan keadilan tanpa memandang diskriminasi ha…ha….

Sorenya, kita melukis bebek kayu di Taichung. Ada sebuah pabrik bebek kayu yang terkenal di Taichung. Pabrik ini sebenarnya pabrik barang - barang ukiran kayu, tidak hanya bebek yang mereka ukir. Ada burung, monyet, sapi, de el el. Ukirannya sendiri cukup terkenal dan sampai diekspor keluar Taiwan. Kebetulan yang paling terkenal dari sini adalah bebek kayu, mu ya dalam bahasa Cina. Makanya orang lebih banyak mengenal bebek kayu dari pabrik ini.

Kita melukis sendiri bebek kayu kita. Cuman sayang, kayangnya aku kurang memiliki cita rasa seni nih. Bebekku kelihatan jelek ha…..ha……

Ah, pengalaman yang indah di Taichung. Entah kapan terulang lagi. Semoga bisa jalan - jalan lagi.

Lebaran di Taipei

Saturday, October 20th, 2007

Taipei, 21 Oktober 2007

Apa kabar blog, lama gak dikunjungi lagi. Terus terang kuliah padat banget jadinya maaf jika tidak mengisi akhir - akhir ini.

Oya, aku belum ceritain kan tentang lebaran di Taipei ?? Ok, kesempatan deh nih. Kita lebarannya di Taipei hari Jumat, jadi tanggal 13 Oktober yang lalu. Pengumumannya sendiri baru didapat hari jumat diniharinya. Kebetulan di seluruh Taiwan, sholat Ied langsung mengikuti jadwal sholat Ied di Arab Saudi.

Aku masih begadang tengah malam, jadi kebetulan dapat telepon langsung dari teman mengabarkan bahwa kita akan lebaran hari Jumatnya. Sholat Iednya sendiri dilaksanakan sekitar jam 8 pagi, untuk memberi kesempatan bagi yang belum tahu bahwa hari Jumat lebaran untuk bersiap - siap.

So, paginya semuaya pada berangkat ke Masjid Raya Taipei di Daan. Orang Taiwan rata - rata beragama Buddha atau Konghucu, sedikit sekali yang beragama Islam sehingga nuansa lebaran gak terlalu meriah disini. Walaupun demikian pada saat di Masjd Raya, orang - orang banyak sekali yang berdatangan. Ada dari Arab Saudi, ada dari Malaysia, ada dari Nigeria, Iran, Kazakhstan, Turki, Yordania, Taiwan sendiri, dan tentu saja Indonesia. Penuh sekali, dan suasana sholat Ied pun berlangsung khidmat dan khusyuk, mungkin ceramahnya yang dibacakan dalam bahasa Mandarin saja yang bikin pusing.

Selesai sholat jumat, dapur umum gratis dah menunggu. Ada pembagian buah - buahan, minuman, dan makanan kecil bagi para jamaah. Disitulah kami bersalam - salaman, dan bermaaf - maafan dengan saudara - saudara muslim yang lain. Sangat khidmat.

Mungkin sampai disitu aja. Soalnya hari lebaran bukanlah hari libur di Taiwan. Jadi setelah sholat Ied, semuanya pada melanjutkan aktivitas sehari - hari. Yang kerja ya kerja, yang kuliah ya kuliah. Untungnya waktu kerja di Taiwan mulai dari pukul 9 pagi sampai 5 sore, jadi tidak terlambat.

Waduh gak keren banget ya, saat orang - orang di Indonesia pada libur dan berkunjung ke sanak famili, kita malah kerja atau kuliah. Untung aku gak ada kuliah hari Jumat, Rocky dan Jaya ada tapi. Kan gak lucu pas ditanyain "ngapain pas lebaran?", jawabnya lagi kuliah ha..ha….ha…..

Ah lebaran di Taipei, benar - benar tak terlupakan. Alhamdulillah aku masih diberi pengalaman seperti ini.

- Ma Fu Yue -

Are you a Moslem from Indonesia ?

Wednesday, October 17th, 2007

"Are you a moslem, from Indonesia ?"

Pertanyaan
sederhana, tapi apa yang harus saya jawab jika misalnya pertanyaan itu
diajukan oleh orang Spanyol, Inggris, atau orang Taiwan ?

Pertanyaan yang berat, karena harus menyatukan dua hal yang perlu dijelaskan secara baik dan benar. Moslem & Indonesia.

Sepertinya
dua kata ini mungkin punya nuansa buruk, atau memang ketidak tahuan
orang - orang selama ini tentang Islam dan pengaruh berita barat yang
memojokkan Islam membuat begitu banyak pertanyaan berikutnya muncul.

"Are
all moslem like to bomb places ?", "Is your religion taught about
violence ?", "What is Islam actually ?", "Isn’t a moslem that bombs Bali ?"

Bertubi
- tubi, dan saya tentu saja bingung menjelaskan semuanya. Darimana
harus menjelaskan, seperti apa harus menjelaskan. Tentu tidak mungkin
kalau memakai pengalaman saya pribadi. Benturan pemikiran ala beberapa
aliran Islam, serta beberapa catatan hitam yang saya tahu hanya membuat
saya subyektif dalam menjelaskan kepada mereka yang belum tahu tentang
Islam. Lagipula saya juga takut akan blak - blakan ntuk mengungkapkan
beberapa hal mengenai pengalaman saya dalam pergerakan di mahasiswa
dulu, dan saya tidak menahan jika harus menjelaskan hal itu. Akan
kontraproduktif, dan hanya menambah masalah. Lagipula saya sedang
berusaha melupakan semuanya disini. Jadi sudahlah.

Tapi
setiap mahasiswa internasional, setiap mahasiswa muslim akan berhadapan
dengan kondisi yang sama setiap ada pertanyaan yang serupa.

Jadilah
saya berusaha menjelaskan hal - hal dasar semampu ilmu saya.
Menjelaskan terlalu tinggi mungkin mereka tak akan mengerti. Islam
adalah agama perdamaian. Bahwa Islam pun mengajarkan kasih sayang,
cinta terhadap sesama. Apa yang ditunjukkan oleh media barat adalah
tidak seimbang, karena mereka menyorot hal - hal yang negatif saja.
Lagipula kekerasan seperti yang dilakukan oleh orang - orang yang
mengatasnamakan Islam tidaklah bisa dijadikan alasan untuk
menggeneralisasi seluruhnya. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan,
mungkin merekalah yang salah mengartikannya. Dan kita mengenal konsep
persaudaraan dalam Islam.

Sampai
di situ dan beberapa diskusi panjang lebar lagi menyudahi percakapan
tadi. Saya pikir sang mahasiswa asing yang menanyakan kepada saya sudah
cukup puas. Saya hanya berharap semoga saya tidak salah memberi
penjelasan.

Saya tertegun mengingat peristiwa ini tadi, makanya
saya menulis pengalaman ini. Ya, begitu banyak pertanyaan tentang
Islam, khususnya Islam di Indonesia. Yang mereka lihat di dalam negeri
kita, akan menjadi pertanyaan besar yang kemudian harus kita jelaskan
nanti. Saya tidak menyalahkan mereka memiliki anggapan bahwa Islam itu
negatif, karena mungkin mereka belum tahu.

Yang bikin saya
kemudian tertegun adalah, bagaimana kita menjelaskan pertanyaan mereka
itu. Menjelaskan dalam dua sisi dengan dua masalah berbeda.

Pertama,
seperti apakah kita menjelaskan. Apakah saat dia bertanya pada muslim
yang satu, dia juga akan mendapatkan jawaban yang sama dengan muslim
yang lain ?? Bagaimana jika dia mendapatkan dua jawaban yang
bertentangan. Kedua, dan yang paling penting, setelah saya menjelaskan
pertanyaan dia tentang Islam tadi, akankah kemudian dia bisa melihat
tindakan nyata yang bisa meyakinkan dia untuk melihat sisi positif
Islam. Dan, semoga saja, kemudian mendorong dia untuk mendapat hidayah
memeluk Islam.

Saat ini gambar umat Islam yang sholat jamaah di Masjidil Haram bersaing dengan penyanderaan taliban
atau bom bunuh diri kelompok Islam tertentu di Eropa. Liputan tentang
semarak dan hangat hari raya Idul Fitri bersaing dengan kekerasan yang
mengatas namakan Islam di berbagai tempat termasuk di Indonesia.

Di
luar negeri, tidak peduli aliran kita, tidak peduli apakah kita pribadi
yang mengaku muslim mengerti atau tidak tentang agama kita sendiri,
pertanyaan aka mengemuka selepas kita memperkenalkan diri : "I’m a
moslem".

Dan kita dituntut
untuk bisa menjelaskannya. Pertanyaan sederhana yang mungkin mengandung
ribuan makna. Saya yakin sekali, diluar sana, puluhan mahasiswa muslim Indonesia mungkin pula mahasiswa muslim yang lain juga mengalami hal yang serupa.

Saya
hanya berharap saya tidak salah menjelaskan dengan ilmu saya yang masih
sempit ini. Dan semoga trauma saya di pergerakan tidak terlalu
mempengaruhinya. Ah…..saya masih berusaha melupakan hal itu.

- Catatan pinggir : Taipei, 17 Oktober 2007 -

Selamat Idul Fitri dari Taipei

Friday, October 12th, 2007

Taipei, 1 Syawal 1428 H

Di Taipei, tak ada takbiran. Tapi ada dzikir dalam tenang

Di Taipei, Idul Fitri datang bagai gerimis musim dingin. Sederhana, tapi menyejukkan

Di Taipei,
tidak ada debat tentang kapan kami harus lebaran. Tak ada ribut hari
ini atau hari itu, pagi ini atau pagi itu, karena kemuliaan Ied terlalu
berharga untuk dirusak dengan amarah begitu cepatnya.

Di Taipei, tak ada beda madzhab hambali, maliki, syafei, atau hanafi

Di Taipei, tak ada benturan karena kami sunni, syiah, tsalaf, ikhwan, ahmadi, tablighi, nahdyillin, atau muhammadiyyin

Di Taipei, sama saja antara orang Pakistan, Kazakhstan, Turki, Yordania, Malaysia, China, Nigeria, atau Indonesia

Di Taipei, semua bertakbir sama Allahu Akbar di hari Ied Mubarak

Di Taipei,
tersisa hangat pelukan persahabatan di depan masjid raya. Disertai
tangis, senyum, canda, tawa, dan kerinduan para musafir akan saudara
seimannya yang entah kapan akan bertemu lagi.

Di Taipei, hari ini.
Idul Fitri menyapa sesudah Ramadhan. Hangatnya untuk semua, berkahnya untuk semua.

Dalam
takbir yang sama, dalam ruku’ yang sama, dalam sujud yang sama. Semua
menunduk akan kebesaran yang maha kuasa, yang memberi kemenangan
sesudah sebulan berpuasa.

Di Taipei,
hanya ada satu jenis manusia yang merayakan Idul Fitri hari ini,
seperti halnya di seluruh dunia. Mereka bernama….. ……… .kaum
muslimin.

Semoga berkah Idul Fitri 1428 H selalu bersama kita. Mohon maaf lahir dan batin.

- Ma Fu Yue -
- Optoelectronics Engineering -
- College of Electrical Engineering & Computer Science -
- National Taiwan University -
- Taipei City, Taiwan -

Beckenbauer di 2006

Wednesday, October 10th, 2007

Taipei, 10 Oktober 2007

Aku melihat - lihat kembali arsip sepakbola, tepatnya piala dunia 2006 di Jerman kemarin. Sebuah keajaiban. Aku pegang Italia, pasti itu. Tapi bukan itu yang aku pikirkan.

Aku pikirkan mengenai Franz Beckenbauer. Sang Kaisar. Legenda hidup sepakbola Jerman. Dialah satu-satunya orang Eropa yang mendapat gelar juara dunia baik sebagai pemain maupun pelatih. Di Jerman 1974, dia menjungkir balikkan pandangan para pengamat yang menjagokan total football Belanda sebagai juara. Dia menjadi kapten Jerman saat memenangkan gelar juara dunianya yang kedua setelah merebut gelar eropa di Belgia setahun sebelumnya. Dia kembali sebagai pelatih tahun 1986. Di Mexico, dia hadir di final walaupun anak emas Argentina bernama Diego Maradona membuat dia tidak bisa membawa pulang gelar piala dunia.

Tapi hanya butuh setahun untuk melakukan pembalasan. Di Roma tahun 1990, Jerman bertemu lawan yang sama. Argentina. Dan Pembalasan hadir. Sebuah gol penalti di 5 menit terakhir pertandingan menamatkan perlawanan Argentina. Beckenbauer kembali sukses sebagai pelatih. Di stadion Olimpico Roma, dialah yang berdiri bak kaisar Roma di Koloseum. Beckenbauer, der kaizer, orang yang sukses di piala dunia sebagai pelatih maupun pemain. Di tanah Italia, dia dapatkan gelarnya.

Piala dunia akhirnya kembali ke kampung halaman Beckenbauer. Jerman 2006. Dia bukan pemain, dia bukan pula pelatih. Dia ketua panitia, penonton. Dan tentunya dia ingin menikmati gelar yang sama dengan statusnya sebagai penonton itu. Italia mungkin sudah jadi takdir bagi Beckenbauer. Dia pasti ada di sana, di Dortmund, tanggal 4 Juli 2006. Menyaksikan tim yang pernah dia pimpin melawan negeri tempat dia dinobatkan sebagai kaisar sepakbola. Setengah mencibir, dia menyinggung skandal sepakbola Italia saat itu yang menurut dia membuat Italia  tidak pantas jado juara dunia.

Ya….ya pasti dia menyaksikan pertendingan Jerman - Italia itu sampai akhir. Dan mungkin Beckenbauer lupa, tim yang sama, dalam kondisi yang sama, diterpa skandal, dan datang dalam keadaan malu, membekap Jerman di kota Madrid saat final piala dunia 1982. Dan kejadian yang sama terulang, 2 menit terakhir, Italia menutup cerita Jerman di piala dunia, di tanah mereka sendiri. Apa kiranya yang ada di pikiran Beckenbauer, saat melihat negeri tempat dia dulu dinobatkan sebagai kaisar, sekarang berbalik merampok gelar dunia di tanahnya sendiri ???

Italia, negeri sepakbola yang selalu dipandang sebelah mata, disaksikan dengan penuh rasa bosan. Orang heran mungkin dengan permainan kuno penuh pertahanan yang bikin mengantuk jika disaksikan. Cuman mereka tak akan pernah lupa, permainan membosankan ala Italia itu menghasilkan 4 gelar juara dunia. Dengan terakhir kali melawan takdir mereka sendiri.

Ya takdir. Takdir bernama kotak penalti. Kotak penaltilah tempat eksekusi Italia selama piala dunia berlangsung. Tidak pernah Azzuri keluar dengan selamat jika pertandingan sudah ditentukan di ajang adu penalti. Di Paris eksekutornya bernama Perancis, di Pasadena eksekutornya bernama Brazil. Azzuri bahkan tidak bisa menaklukkan kotak penalti di kandang mereka sendiri. Di Napoli, saat piala dunia berlangsung di Italia tahun 1990, Argentina bikin Italia menangis di kandang.

Dan di Berlin, mereka berhadapan dengan lawan yang pernah mengeksekusi mereka di kotak penalti. Perancis yang mengalahkan Italia lewat adu penalti di piala dunia 1998. Perancis pula yang bikin Italia patah hati, saat dengan golden goalnya mereka mengalahkan Italia di final Euro 2000. Dan sekarang Perancis punya kesempatan emas, mengeksekusi Italia sekali lagi di tempat pelaksanaan hukuman mati mereka. kotak penalti.

Tapi tidak, tidak. Karena keadilan akan selalu muncul bahkan dalam keadaan yang paling sederhana pun. Di kotak penalti, Berlin tahun 2006. Italia mengalahkan dewa sial mereka. Dan keberentungan yang menaungi Perancis pun lenyap. Revenge is sweet. Balas dendam itu manis. Dan itulah. Italia membayar dendam seluruh penampilan mereka di piala dunia, seluruh kegagalan mereka di adu penalti, dendam kepada Jerman, Perancis, di kotak penalti. Dengan gelar keempat mereka di piala dunia.

Luar biasa. Dan masih aku bertanya, apa kiranya yang ada dalam pikiran Beckenbauer. Saat Italia berbalik merampok piala dunia di tanah Jerman ???

Masih dari Taiwan

Wednesday, October 10th, 2007

Taipei, 10 Oktober 2007

Hari ini perhatinku teralih ke dua hal. Pertama adalah workshop sehari penuh tadi di Condensed Physics Building. Kedua adalah pengumuman nobel bidang kimia tahun 2007.

Workshop fisikanya berjalan sehari penuh. Dalam bahasa Cina yang terus terang sangat menyulitkan. Kupikir aku masih belum berani untuk mencoba berbahasa Cina, walaupun aku sudah sempat les. Ya, masalahnya bukanlah apakah kita ikut les atau tidak. Tapi bisa mengaplikasikannya atau tidak. Aku juga masih terpengaruh dengan pikiran sebaiknya aku ambil bahasa apa sebagai bahasa minorku selain bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang sudah kukuasai. Ah…Rizki. Udah jelas sekarang kamu di Taiwan. Maka jelas pula bahasa apa yang harus kau kuasai kemudian. Bahasa Cina. Belajar bahasa memang sulit. Maka sudah semestinya aku fokus, dan mumpung aku baru 3 minggu di Taiwan dan masih banyak kesempatan untuk pengembangan, maka saatnya fokus untuk menguasai bahasa Cina. Kupikir untuk membantu aku sudah harus menghafal kosakata cina, tata bahasa cina, ngomong bahasa cina di setiap kesempatan, plus cari novel cina. Kayaknya karya Gao Xingjian lumayan sebagai permulaan. Lagian dia kan penerima nobel.

Yang kedua adalah nobel kimia 2007. Aku mengikuti dengan seksama yang satu ini hari ini bahkan setiap aku buka internet aku sempatkan untuk cari. Yang meraihnya rupanya orang Jerman bernama Gerhard Ertl atas penemuan di kimia permukaan. Ah…semoga aku bisa dapat yang sama. Oke saatnya fokus. Harus bisa bahasa dan satsra Cina.

- Ma Fu Yue -