Misi : BUNUH DIRI !!!!!!!!
Sunday, October 28th, 2007Taipei, 28 Oktober 2007
Hey, aku sudah ceritain belum kalau ada mahasiswa Taiwan yang mau coba bunuh diri di depan kamar asramaku ??? Kejadiannya hari senin yang lalu. Sekitar jam 3 dinihari.
Waktu itu aku masih browsing internet di kamar sementara teman sekamarku Jaya alias Big Zay sedang asyiknya tertidur memimpikan bidadari (hua….ha…..ha……). Saat sedang asyik-asyiknya browsing, tiba-tiba….BRUAKKKKKKKK. Ada bunyi jatuh yang keras persis di depan jendela kamar asramaku, dan setelah itu bunyi gubraknya disusul dengan suara mengerang.
Kupikir ada apaan, tapi saat melongok keluar jendela, wow ada orang terkapar menegerang di bawah jendela kamarku. Kebetulan kamarku berada di lantai satu, sedangkan seluruh Sushe (ini bahasa Cinanya asrama) berjumlah 5 lantai.
Kontan supervisor asrama langsung keluar, dan beberapa orang yang lain juga keluar melihat apa yang terjadi. Dan rupanya…. yup… benar. Tuh orang lagi berusaha bunuh diri.
Angka bunuh diri di daerah Asia Timur memang cukup besar. Rekor dipegang oleh Jepang yang angka bunuh dirinya tertinggi se-dunia (kayak nyawa bisa dibeli di pasar malam aja…..). Taiwan, Hong Kong, dan Cina menyusul. Kayaknya Indonesia juga bisa jadi pemegang rekor bunuh diri juga nih, mengingat saat ini kejadian bunuh diri makin marak di Indonesia bahkan terjadi sampai di kalangan anak - anak untuk urusan yang sepele…….tidak dibelikan buku gambar, dimarahin ortu, dan yang paling sering adalah himpitan ekonomi. Thanx to para politisi kita yang senang berdebat dan menyelamatkan kekuasaan dan omong doang tanpa kerja, mereka berjasa untuk mengurangi jumlah penduduk Indonesia yang padat, karena mereka berhasil membuat makin banyak mereka yang bunuh diri (sinis banget yah….emang iya !!!).
Ada yang bilang kenapa di Asia Timur banyak yang bunuh diri karena mereka banyak yang gak punya agama. Jadi tidak ada semacam ingatan religius dan psikologis mereka yang mencegah agar mereka tidak bunuh diri. Tapi kalau kayak gini sih, harusnya di Amrik dan Eropa juga angka bunuh diri tinggi. Tapi tidak sebanding dengan yang ada di Asia Timur.
Teori kedua menyatakan bahwa bunuh diri marak di Asia Timur lebih karena prinsip orang-orang Asia Timur yang keras. Maklum, kayak di Jepang misalnya. Prinsip Bushido-nya kuat banget. Lebih baik mati (harakiri, seppuku), ketimbang gagal bertugas. Banyak pejabat di Jepang atau Korsel memilih mengakhiri hidupnya jika gagal menjalankan tugas, minimal mundur dengan bertanggung jawab. Suatu contoh bertanggung jawab yang baik walaupun kebablasan kalau sampe bunuh diri.
Di Indonesia, boro-boro tanggung jawab. Kalau salah, sembunyiin kesalahan. Kalau kesalahannya ketahuan maka mulau cari alasan. Kalau alasannya gak bisa diterima minta maaf. Terus selesai. Besoknya, bikin salah lagi deh dan mengulang looping yang sama. Lingkaran setan bgt.
Di Asia Timur bunuh diri kalau gagal. Padahal belum tentu kegagalan pejabat itu karena kesalahan dia pribadi.
Herannya di Indonesia, lebih luar biasa lagi. Ada penyakit baru yang namanya penyakit "pengadilan". Yaitu pejabat yang salah, tiba-tiba sakit pas mau dibawa ke pengadilan. Pas diluar pengadilan malah sembuh, eh pas dibawa ke pengadilan sakit lagi. Luar biasa. Hebatnya berkali-kali sakit di pengadilan tapi gak mati-mati juga !!!!! Soeharto, Nurdin Halid, Wijanarko Poespoyo, aduh…..banyak deh. Luar biasa deh pejabat di negara kita.
Anyway kembali ke orang Taiwan yang mau bunuh diri itu, sungguh disayangkan akhirnya dia gak mati (he…he…). Hasil pemeriksaan petugas sih dia memang berusaha bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 5 asrama. Ada yang bilang dia bunuh diri karena diputus pacar. Tapi ada juga yang bilang bahwa dia bunuh diri karena belum ngerjain tugas yang mesti dikumpul besoknya (ini serius lho..). Dia gak jadi mampus sih, cuman leher dan tulang belakang "saja" yang patah. Yah baguslah dia gak jadi koit di depan kamar gw. Susah juga ada hantu gentayangan di depan kamar he..he..
Saya turut berduka cita untuk dia, karena dia ingin mati tapi gak bisa mati ha…ha……..Buat pacarnya yang mungkin memutuskan hubungan dengan dia, semoga usaha bunuh diri ini membuka hatinya untuk mau menerima dia sebagai pacar dan bahkan lanjut ke jenjang pernikahan. Buat profesor yang ngasih tugas berat sama dia sehingga dia bunuh diri, semoga hatinya terbuka untuk bisa memberikan nilai A buat dia. Dan kalaupun pacar atau profesornya gak terbuka hatinya, minimal dia bisa bunuh diri lagi di rumah sakit yang lantainya lebih tinggi. Itu juga kalau bisa mati, kalau masih hidup juga ??? He…he..
Lain kali gw pasang deh peringatan di dekat kamar gw. "Ini kamar orang Indonesia yang sangat menghargai hidupnya, anda mau bunuh diri ????? Cari lokasi yang lain aja. Dan pastikan anda sudah menelepon jasa pemakaman 10 menit sebelumnya agar ada yang mengangkat jenazah anda nanti." Ha…ha…ha……..
OK, see you with another story. Jangan bunuh diri ya, termasuk kalau gagal menjalankan tugas kuliah dan kemahasiswaan. Terserah sih, nyawa masing-masing kok.
- Ma Fu Yue -