10 Oktober yang libur
Wednesday, October 10th, 2007Taipei, 10 Oktober 2007
10 Oktober, hari libur nasional di Taiwan, masih puasa. Gak kuliah, senang - senang deh…..hee. …he…Tapi aku ada workshop sehari penuh yang bikin bete, mana workshopnya dalam bahasa Cina lagi hu..hu….Btw penasaran gak kenapa tgl 10 Oktober jadi hari libur di Taiwan.
Tanggal 10 Oktober di Taiwan
dikenal sebagai Double Ten day. Sejarahnya sebenarnya terjadi jauh dari
pulau ini. Tepatnya di Cina daratan sana. Bagi kita yang mengenal Cina
lewat film - film kungfu, mungkin hanya mengenal Cina sebagai sebuah
kekaisaran besar. Namun sedikit yang tahu bagaimana Cina bisa menjadi
Republik dan kemudian terbelah dua menjadi dua yakni Cina daratan dan
Taiwan seperti sekarang.
Di awal abad ke - 20, dinasti yang
memerintah Cina adalah dinasti Qing. Inilah dinasti terakhir imperium
Cina, dengan kaisar terakhirnya bernama Pu Yi. Bagi yang pernah
menonton film The Last Emperor, film inilah yang menggambarkan hari - hari terakhir kekaisaran Cina dengan kaisar Pu Yi sebagai pemimpinnya.
Cina
di awal abad 20 bukanlah sang naga dari Timur, sebuah kekaisaran yang
ditakuti yang pernah melebarkan sayapnya sampai ke semenanjung asia
tenggara dan perbatasan Arab. Pengaruh imperialisme asing ikut masuk ke
Cina, ditandai dengan dicaploknya beberapa wilayah Cina oleh penjajah
Asing. Tahun 1842, Hong Kong jatuh ke tangan Inggris, dan tahun 1895 Taiwan yang saat itu menjadi bagian kekaisaran Cina dicaplok oleh Jepang. Kekaisaran
Cina juga dipaksa untuk membuka Cina bagi orang kehadiran pedagang dan tentara asing, sehingga akhirnya kota Shanghai
dibuka dan menjadi pelabuhan dan tempat masuk bagi orang asing di Cina.
Kekaisaran Cina dianggap sudah tidak punya wibawa lagi bahkan kemudian
dijuluki The Sick Man of Asia (orang sakit dari Asia)
Cina
yang pernah begitu perkasa menjadi begitu lemah terhadap imperialis
asing. Tak heran banyak orang Cina sendiri yang sudah tidak percaya
lagi dengan kekaisaran. Angin keterbukaan yang berhembus ke Cina pun
membawa semangat baru bagi rakyat Cina, semangat nasionalisme.
Syahdan di kota kecil bernama Wuchang,
yang berlokasi di propinsi Hubei tepat di pinggir sungai Yangtze yang
indah di Cina, ada seorang Cina yang membawa semangat nasionalisme
bernama Sun Yat Sen. Sebenarnya dia adalah seorang dokter lulusan Hong Kong,
tetapi semangat nasionalismenya mendorong dia aktif di politik.
Kebetulan kekaisaran Cina saat itu mendidik tentara - tentara terlatih
yang dipusatkan di kota Wuchang. Tidak sedikit tentara kekaisaran ini
yang kemudian terpengaruh dengan ceramah politik pak dokter Sun Yat Sen.
Saat
itu juga, kota Wuchang menjadi tempat perakitan bom milik Rusia. Suatu
ketika, salah satu bom di kota Wuchang meledak. Peristiwa meledaknya
bom ini kemudian diselidiki oleh tentara kekaisaran. Tetapi bukan
investigasi bom yang mereka lakukan, justru yang didapatkan adalah data
- data rahasia tentang gerakan kelompok Sun Yat Sen dan ide - ide
mereka yang anti dengan kekaisaran. Hal ini berlanjut kepada interogasi
dan penyiksaan kepada mereka yang dianggap terlibat dalam kelompok
nasionalis pimpinan Dr. Sun Yat Sen.
Interogasi
dan penahanan inilah yang kemudian menimbulkan amarah dari kelompok
nasionalis. Tepat pagi hari tanggal 10 Oktober 1911, pecah
pemberontakan di kota Wuchang yang kemudian menjadi sejarah besar bagi
Cina. Betapa tidak, Wuchang Day menjadi awal dari runtuhnya kekaisaran
Cina yang sudah berusia ratusan tahun !!!!. Kaum tentara nasionalis
berhasil menguasai kota Wuchang selama beberapa jam. Walaupun kemudian
tentara kekaisaran berhasil merebut kota itu kembali. Tetapi masalah
bukan justru selesai, tapi malah jadi malapetaka bagi kekaisaran Cina.
Karena kemudian timbul gelombang simpati yang besar di seluruh Cina
bagi gerakan nasionalis, di samping timbul anggapan bahwa kaisar justru
mengirim tentara untuk membunuh rakyatnya sendiri. Setelah Wuchang Day
terjadi, 16 propinsi di China
kemudian mengumumkan bergabung dengan gerakan nasionalis Sun Yat Sen
dan menyatakan memberontak kepada kekaisaran. Dalam setiap gerakannya,
kaum nasionalis selalu membawa bendera dengan gambar 5 garis yang
menandakan 5 etnis besar di Cina, bendera yang kemudian dimodifikasi
menjadi bendera merah dengan 5 bintang seperti bendera Cina sekarang.
Kekaisaran tidak bertahan lama sesudah Wuchang Day terjadi. Kaisar Pu
Yi diturunkan sebagai kaisar (yang digambarkan begitu dramatis dalam The Last Emperor). Dan Cina pun berubah menjadi Republik.
Jika kita merayakan 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan di Indonesia, maka 10 Oktober alias Wuchang Day adalah "17 Agustus" versi Taiwan.
Bahkan penghormatan mereka terhadap tanggal bersejarah Wuchang Day ini
begitu penting, sehingga mereka bahkan menggunakan tahun terjadinya
Wuchang Day sebagai tahun awal Republik Cina. Teman - teman mungkin
tahu kalau sekarang ini adalah tahun 96 di Taiwan.
Sudah tahu kan sekarang, kenapa tahun Cina saat ini baru sampai 96 ???
Ya 96 itu menandakan waktu sejak berlalunya peristiwa Wuchang yang
terjadi tanggal 10 Oktober 1911, tepat 96 tahun yang lalu.
Jadi
jika kita menggunakan peristiwa hijrahnya Rasulullah sebagai awal tahun
dalam Islam (tahun hijriah), atau orang barat menggunakan peristiwa
lahirnya Isa Al Masih sebagai awal tahun mereka (tahun Masehi), maka
orang Taiwan menggunakan peristiwa Wuchang sebagai awal tahun dalam penanggalan mereka.
Sayangnya Wuchang Day justru dirayakan di Taiwan,
yang notabene jauh dari tempat asal terjadinya peristiwa bersejarah ini
di Cina daratan. Maklum, sejarahnya setelah perang dunia II Cina
daratan dikuasai oleh kaum komunis Kung Chang Tang pimpinan Mao Zedong,
sedangkan kaum nasionalis Kuomintang pimpinan Sun Yat Sen yang kemudian
beralih ke Chiang Kai Shek yang sebenarnya memicu peristiwa 10 Oktober
justru terusir ke Taiwan. Itulah sebabnya sampai sekarang Wuchang Day alias Double Ten justru dirayakan di Taiwan.
Jika mungkin kawan - kawan ada yang sempat ke istana kepresidenan di dekat Taipei
Main Station tanggal 10 Oktober besok, mungkin akan ada parade besar.
Dan jangan heran jika nantinya akan ramai tanda ++ dimana - mana. Ini
adalah lambang dari Double Ten Day alias Wuchang Day. Yup simbol +
berarti angka 10 (shi) dalam bahasa Cina. ++ adalah lambang untuk
double ten. Wow, sejarah rupanya tidaklah sesederhana yang kita
bayangkan ya.
Selamat menikmati kemerdekaan di negeri Orang. Berharap kita pun sudah merdeka juga sebagai bangsa.
Xiexie.
- Ma Fu Yue -
- Guoli Taiwan Daxue -
- Dian Gongcheng -
- Taipei Shi, Taiwan -