Taichung, taichung

Taipei, 21 Oktober 2007

Jalan - jalan, jalan - jalan, dan jalan - jalan. Apalagi yang harus dilakukan kalau waktu senggang di luar negeri, tentu saja jalan - jalan……

Kemarin rombongan mahasiswa internasional NTU mengadakan Day Trip ke Taichung, di bagian tengah dari Taiwan. Dua jam perjalanan sih, cukup jauh walaupun Taiwan adalah pulau kecil yang bahkan tidak lebih besar dari Jawa Barat.

Kami melakukan bike trail alias perjalanan santai naik sepeda di jalur bike trail di Taichung, terus makan siang, mengunjungi museum kayu di Taichung dan ditutup dengan melukis bebek kayu.

Taichung berasal dari dua kata. Tai dan Chung atau Zhong dalam tulisan aslinya. Tai berarti fondasi atau panggung, sedangkan chung berarti tengah. Jadi kota Taichung bisa diartikan fondasi tengah. Dalam bahasa Cina, empat arah mata angin adalah bei (utara), nan (selatan), dong (timur), dan xi (barat), dan pusat semuanya adalah zhong (tengah). Kebetulan Taiwan punya semua kota di arah mata angin ini, kecuali barat. Taizhong atau Taichung terletak di tengah dari Taiwan. Kota fondasi selatan, Tainan,  berlokasi di sebelah selatan dekat Kaohsiung. Kota fondasi timur ada di Taitung, penyebutan pinyin dari nama aslinya Taidong. Dan fondasi di utara, apalagi kalau bukan Taipei atau Taibei dalam sebutan aslinya.

Taichung cukup sejuk, berlokasi di tengah dan terletak di daerah perbukitan dan hutan yang cukup lebat. Daerah bike trail kami adalah daerah wisata alam yang menawarkan pemandangan gunung dan desa. Jalur bike trailnya memang khusus untuk sepeda, jadi mobil atau motor dilarang masuk. Kita bisa melihat daerah sawah, perbukitan Taichung, daerah kuburan Cina yang unik dan juga jalur kereta api yang sudah lama tidak terpakai. Mungkin peninggalan Jepang saat menjajah Taiwan dulu. It’s very nice.

Kita makan siang di sebuah restoran di Taichung, cuman hati - hati. Soalnya daging babi juga ikut disajikan disana. Coba makan seafood atau sayuran saja, dan untuk membedakan kita harus bilang "wo bu yao zhu rou" biar pelayannya ngerti.

Setelah itu kita ke museum ukiran kayu Taichung sekaligus daerah kerajinan tangan khas Taichung. Di Taichung, hutan masih sangat terjaga dan banyak sekali pohon kayu. Sehingga banyak sekali ukiran kayu yang dibuat. Sebuah museum dibuatkan khusus untuk memamerkan ukiran kayu disana, dan kita bisa melihat banyak ukiran kayu dan perkembangan seni ukir dan pahat di Taichung dan Taiwan disana. Pahatannya bagus dan unik sekali. Aku beli satu gantungan kunci kayu ukir berbentuk pulau Taiwan, plus satu ukiran palu sidang berukuran mini. Ah.. aku gak bisa melepaskan diri dari kehidupan legislatifku. Lagipula, palu sidang adalah lambang keadilan sejati dan keadilan tanpa memandang diskriminasi ha…ha….

Sorenya, kita melukis bebek kayu di Taichung. Ada sebuah pabrik bebek kayu yang terkenal di Taichung. Pabrik ini sebenarnya pabrik barang - barang ukiran kayu, tidak hanya bebek yang mereka ukir. Ada burung, monyet, sapi, de el el. Ukirannya sendiri cukup terkenal dan sampai diekspor keluar Taiwan. Kebetulan yang paling terkenal dari sini adalah bebek kayu, mu ya dalam bahasa Cina. Makanya orang lebih banyak mengenal bebek kayu dari pabrik ini.

Kita melukis sendiri bebek kayu kita. Cuman sayang, kayangnya aku kurang memiliki cita rasa seni nih. Bebekku kelihatan jelek ha…..ha……

Ah, pengalaman yang indah di Taichung. Entah kapan terulang lagi. Semoga bisa jalan - jalan lagi.

Leave a Reply