The Scattered & Shame

Taipei, 25 Oktober 2007. Tengah malam. GIPO Laboratory, NTU.

Akhirnya ada kesempatan untuk bermuhasabah lagi. Dan kali ini aku ingin membicarakan tentang masa lalu, untuk kesekian kalinya dan (Ya Allah tolonglah…..) untuk terakhir kalinya.

Mengapa masa lalu ? Masalahku sebenarnya hanyalah sepenggal sel saraf di otak yang berfungsi menyimpan memori yang sudah lewat, namun disitulah letak masalahnya. Setiap kenangan yang lalu akan teringat terus, dan aku gak mengerti mengapa kenangan terkuat yang selalu timbul adalah 5,5 tahun di UI ????

Masa lalu, kenapa masa lalu ? Russel Crowe yang berperan dalam John Forbes Nash di film "A Beautiful Mind" mengatakan, masa lalu akan terus menghantui kita. Bahkan Imam Al Ghazali pun punya kata - kata mutiara mengenai masa lalu, "masa lalu adalah hal yang paling jauh dari diri kita yang tidak akan mungkin kembali". Tapi Al Ghazali nampaknya lupa, bahwa sesuatu yang paling jauh itu memang tidak bisa kita ubah tapi akan selalu menghantui kita.

Ah….entah kenapa dalam beberapa waktuku aku masih sulit melupakan masa laluku, di tengah indahnya Taipei.

Aku menulis blog ini karena kuliah yang sedang kuhadapi. Ada satu mata kuliah yang membutuhkan keterampilan pemrograman. Dan rupanya, aku sudah lupa sama sekali. Padahal itu sudah pernah kupelajari. Yang lebih bikin aku malu, kawan-kawan disini rata-rata benar-benar menguasai keterampilan pemrograman itu.

Aku malu. Kupikir aku tidak siap untuk kuliah master. Tapi aku sudah disini. Dan pantang bagi prajurit untuk mundur di tengah perang. Sejak dulu, saat aku merasa sudah kehilangan keyakinan, aku sudah ikhlaskan nyawaku. Aku sudah siap mati. Jadi disini pun sama, Master atau mati !!! Itu pilihannya.

Tapi tetap saja semua memaksaku berpikir kembali, tentang apa yang sudah kupelajari dahulu. Total setelah kuhitung kembali, rupanya paling cuman 17 mata kuliah S1-ku yang berkaitan dengan kuliah disini. 17 mata kuliah yang tidak lebih dari satu semester bisa kuambil, dan itu malah memakan 5,5 tahun.

Aku bisa memetik banyak pelajaran dari situ. Tapi sayangnya buruk. Fakta bahwa aku tidak memahami kuliahku, dan sedikitnya materi yang relevan hanya mengungkakan beberapa hal : 1. Aku tidak serius mengatur kuliahku dahulu, 2. Aku tidak mengarahkan kuliahku dengan baik, 3. Belajar hanyalah formalitas mendapatkan nilai bagiku, 4. Aku tidak mengerti apa yang kupelajari namun membanggakan ilmuku yang semu. Sampah. Dan kenapa aku tidak bisa melakukannya ? Apakah mungkin karena aku tidak bisa mengatur aktivitasku dengan kuliahku dulu, hal yang membuatku selalu mengambil 24 sks sejak semester 3 sampai semester 9 ?

Aku bingung apakah aku menyesal atau tidak. 5,5 tahun sia-sia di bangku kuliah untuk persiapan berikutnya. Dan aktivitas kemahasiswaan, jujur aku tidak menyesal ikut. Yang aku sesali adalah aku tahu semuanya, semua kenyataan buruk dari semua yang aku ikuti. Aku sudah kehilangan keyakinan sejak 2 tahun yang lalu. Keyakinan tentang baik dan buruk, hitam dan putih, semua lenyap.

Aku matian-matian untuk fokus di aktivitas yang kemudian membuat pikiranku jungkir balik kacau balau, dan aku korbankan profesionalitas ilmu, dua-duanya hanya dapat hasil yang minim. Matang sih iya, tapi seburuk - buruk jalan untuk menjadi matang. Matang dengan cara mengenal sisi gelap dirimu dan sisi gelap dunia.

Ah…Tuhan kenapa begitu takdir yang ada ? Aku berantakan dan malu. Scattered and shame.

Selalu dan selalu, aku harus merapihkan di akhir. Tapi kali ini untuk terakhir kalinya, ya terakhir kalinya. Merapihkan hidupku untuk terakhir kalinya.

Itulah mengapa aku membiarkan semua arsip masa laluku hilang, lenyap, tak berbekas. Biar lupa. Buku, arsip, file, transkrip, memory, biarlah semuanya hilang. Termasuk aktivitasku. Ya aku akan tegas untuk itu. Keluar dari tarbiyah, membersihkan semua curriculum vitae yang gak jelas, semua harus kulakukan.

Maka mohon maafkan aku kawan-kawanku. Jika nantinya kelak aku harus melupakan kalian. Aku ingin menjadi malaikat, tapi masa laluku hanya membuatku jadi setan.

Andai aku bisa membalik masa lalu. Tapi itu tidak bisa. Aku ingin amnesia, tapi ada segelintir memori indah yang tak bisa kulupakan dari lumpur masa lalu. Maka kau hanya bisa seperti ini, melupakan yang harus dilupakan, mengenang yang harus dikenang. Bukan muka batu, bukan pula kepala batu, tapi otak batu.

Maaf masa laluku. Aku harus tegas mengusirmu, dan memperbaiki semuanya di titik ini. Maaf….

-Rizki-

One Response to “The Scattered & Shame”

  1. aMeL Says:

    3 HARI SAJA
    Yang Pertama: Hari Kemarin
    Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang
    anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja…
    Yang kedua: Hari Esok
    Hingga mentari esok hari terbit, Anda tak tahu apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja…
    Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
    Pintu masa lalu telah tertutup, Pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
    Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan
    pikiran yang rumit.
    Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.
    Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.
    Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita
    sudah berganti. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena
    siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri
    Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga!!!!!!
    SEMANGAT BRO!!!
    KEEP SMILE
    LIFE MUST GO oN

Leave a Reply