Taipei, 17 November 2007
Dua hari kemarin entah kenapa aku kurang bisa memfokuskan konsentrasi untuk menyelesaikan PR. Mungkin karena sedang masa jumud, disamping saat banyak-banyaknya PR juga sudah selesai jadi butuh refreshing sebentar.
Jadi itulah yang baru saja selesai aku lakukan. Jalan-jalan. Kali ini keliling Taipei dan baru saja selesai tadi. Selama ini mungkin jalan-jalan yang kulakukan di Taipei sebatas jalan-jalan di Taman seperti 2/28 park atau Daan Park. Juga menemani rombongan dari Indonesia ke tempat-tempat wisata terbatas seperti Taiwan Handicraft Center, pusat perbelanjaan suvenir di Taipei, atau kuil Gunung Naga (Longshan Si) dengan pasar Huaxi-nya yang penuh barang-barang aneh. Oya sempat juga sih jalan-jalan menyenangkan di Chiang KAi-Shek Memorial Hall he…he….Wuihh….banyak amat jalan-jalannya.
Kebetulan hari ini pemerintah kota Taipei kembali mengadakan kegiatan perjalanan menyelusuri kota Taipei. Dan kali ini yang menjadi obyek tempat wisatanya adalah kota tua Taipei. Dimulai dari kuil Zhongshan di Taipei Barat. Disebut kota tua karena inilah pusat kota Taipei pada zaman kolonial dulu. Tempat pemukiman para saudagar-saudagar zaman Taiwan kuno, walaupun sejarah Taiwan tak sekuno sejarah Cina.
Memang cukup banyak bangunan bergaya Eropa dan Baroque di sana. Seperti rumah tempat tinggal orang-orang asing di Taiwan, atau saudagar-saudagar lokal. Ada juga sebuah gereja kuno bergaya Belanda dan markas polisi yang sepertinya berada di bekas bangunan kuno bergaya Eropa. Seperti halnya banyak kota-kota penting di dunia, Taipei pun berkembang dari aliran sungai. Adalah aliran sungai Danshui yang kemudian menjadi urat nadi kehidupan Taipei kuno, bahkan sampai sekarang walaupun mungkin sudah mulai berkurang.
Lewat sungai inilah para saudagar di Taiwan berdagang teh dan rempah-rempah. Bahkan ada sebuah rumah yang bermotif ukiran nanas, karena konon dulu pemiliknya adalah pedagang nanas yang sukses.
Selain menikmati bangunan-bangunan kuno, kita juga menikmati kuil-kuil Konghucu disana. Ada sekitar 3 kuil besar di Zhongshan area. Kita cuman berkunjung ke dua diantaranya, dan khusus bagi aku jadi sedikit pusing karena bau dupa dan pusing juga merasakan teh pemberkatan dari kuil yang rasanya aneeehhhh banget (untung gak ada alkoholnya).
Yang paling unik dari daerah ini mungkin adalah toko-toko yang banyak menjual makanan kecil khas Cina dan ramuan obat-obatan kuno. Akar ginseng atau sirip ikan hiu bisa kalian dapatkan dengan mudah disini.
Perjalanannya cukup menyenangkan, walaupun tour guide yang membawakan acara berbicara dalam bahasa Cina sehingga akhirnya kita cuman ngobrol sendiri. Tapi beliau cukup ramah saat berpisah di akhir. Memang nuansa sejarah cukup terasa di area ini, walaupun jujur dari segi kuno dan segi historis, Zhongshan area ini menurutku kalah kuno dari kota tua Batavia. Daerah stasiun Jakarta kota sampai Roa Malaka sana. Bangunan kunonya jauh lebih banyak, jauh lebih tua banget sehingga sangat cocok dijadikan ajang uji nyali he..he…
Dan semua pun indah di akhir. Sepulang wisata, kita ke daerah dekat Sun Yat Sen Memorial Hall, bangunan yang dibangun untuk menghormati bapak Nasionalisme Cina Sun Yat Sen. Ada sebuah restoran Cina halal disana, bahkan saat kita datang langsung bilang assalamu alaikum. Menikmati pancake ala Cina yang saya lupa namanya dan niu rou mian alias mie daging sapi bener-bener luar biasa. Wow……asal ingat duit aja ha…ha….
Belum puas jalan-jalan siang, sore tadi akhirnya aku dan Rocky berkunjung lagi ke landmark-nya kota Taipei dan seluruh Taiwan. Apalagi kalau bukan Taipei 101, bangunan tertinggi di dunia saat ini. Dengan tinggi kurang lebih 509 meter, inilah bangunan tertinggi di dunia sampai detik ini. Mengalahkan Sears Tower di Chicago atau menara Petronas di Malaysia.
Taipei 101 pertama kali dibuka tahun 2004, dan langsung menjadi bangunan tertinggi di dunia mengalahkan menara Petronas saat itu. Lantai 1 sampai lantai 5 tempat ini adalah mall yang gratis bagi orang untuk keluar masuk. Tapi kalau kita mau sampai ke puncak tertingginya, mesti bayar tiket masuk.
Total lantai yang bisa dinaiki di Taipei 101 berjumlah 89 lantai. Sebenarnya lantai di Taipei 101 lebih banyak lagi, cuman lantai 90 keatas dipakai buat tempat perawatan dan juga sebagai menara transmisi radio. Lantai 6 sampai lantai 88 adalah perkantoran sedangkan lantai 89 memang dikhususkan sebagai tempat wisata. Lantai observasi yang memang dikhususkan bagi para turis untuk melihat seluruh pemandangan Taipei dari sini.
Dari sini memang kita bisa melihat pemandangan ke seluruh penjuru Taipei. Bahkan pegunungan terjauh yang mengelilingi kota Taipei pun bisa kita lihat dari sini. Jujur aku agak ngeri diatas tadi saat melihat kebawah. Karena di lantai ini dinding terluarnya adalah kaca plexi. Memang ini kaca yang sulit sekali pecah, tapi tetap saja bikin keder he…he…..
Tadi memang agak berkabut. Tapi pemandangan cukup indah dan luas dari Taipei 101. Ada dua hal yang paling menarik bagi saya di bangunan tertinggi ini. Pertama, adalah komponen penyeimbang berat di Taipei 101 bernama Damper Baby. Damper Baby ini bentuknya seperti bola beton berwarna emas dengan berat sekitar 550 ton. Diletakkan tepat di tengah pusat bangunan Taipei 101 di lantai 89, Damper Baby berfungsi menjaga keseimbangan bangunan tertinggi ini agar tidak runtuh sewaktu-waktu. Prinsipnya sih sebenarnya prinsip cantilever fisika sederhana, tapi lumayan kompleks juga untuk kompoonen sebesar itu. Sebenarnya hampir seluruh bangunan tertinggi di dunia punya komponen semacam Damper Baby ini, bedanya Damper Baby di Taipei 101 adalah satu-satunya Damper Baby yang dibuka untuk umum. Sehingga orang bisa melihat bahkan memotretnya. Ada kawan dari UI yang datang ke Taipei 101 minggu lalu khusus untuk melihat Damper Baby ini karena tertarik saat disampaikan di National Geographic Channel.
Dan bagian kedua yang aku suka dari Taipei 101 adalah Nan Bian, sisi selatan Taipei 101. Taipei 101 memang berbentuk persegi, dan di lantai 89 ada 4 sisi yaitu Bei (utara), Dong (Timur), Xi (Barat), dan Nan (Selatan). Di masing-masing sisi ada pemandangan yang beda dan juga arah peta dunia dari Taipei.
Dari sisi selatan sebenarnya tidak terlalu banyak bangunan, tapi itulah indahnya. Melihat pemandangan pegunungan Taipei yang hijau di kala senja. Dan disamping itu, di sisi selatan ini terpampang gambar wilayah dunia yang terletak di sisi selatan Taiwan. Itulah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Laut Cina Selatan. Memandang dari sisi selatan seakan memandang balik jauh ke Indonesia. Tempat cintaku selalu menunggu. Memandang ke luasnya laut Cina Selatan. Tempat seluruh petualangan bermula. Kadang-kadang aku bermimpi menjadi Sao Feng, tokoh raja bajak laut Cina Selatan yang diperankan Chow Yun Fat di Pirates of Caribbean. Punya markas di Singapura, dan membajak di sekitar laut Cina Selatan. Gw pengen sekali bisa bajak Malaysia. Dasar negara brengsek tuh. Yah itulah, pengalaman di Taipei 101.
Sebenarnya Taipei 101 bukan lagi bangunan tertinggi di dunia. Pada bulan Agustus 2007 dia sudah dikalahkan oleh Burj Dubai, bangunan perkantoran di Uni Emirat Arab. Hanya saja Burj Dubai masih belum selesai dan masih menambah jumlah lantainya sehingga belum bisa disebut bangunan utuh. Entahlah apakah ada lagi bangunan tertinggi kemudian. Saya jadi ingat cerita tentang menara Babel didalam Injil yang sangat menarik. Dimana di zaman kekaisaran Babilonia kuno dulu, manusia berusaha membangun bangunan yang sangat tinggi bernama menara Babel agar bisa mencapai surga. Menara itulah simbol kesombongan manusia. Tapi kemudian Tuhan menghancurkan menara itu dan juga seluruh kesombongan manusia. Semoga lomba membuat bangunan tertinggi ini bukanlah bentuk kesombongan manusia. Karena memang manusia harus bisa membatasi dirinya sendiri, dan oleh karena itulah aku pun harus bisa membatasi keinginanku dan berusaha qanaah dengan apa yang ada walaupun selalu berbuat yang terbaik.
Ahh….baru 3 bulan sih di Taipei, tapi dah jalan-jalan kemana-mana. Kuil-kuil sekitar Taipei udah, Taichung dan museum kayu udah, Yilan sudah, Taipei 101 sudah, dan Insya Allah besok mau ke Chungli di daerah Taoyuen untuk part-time. Dasar tukang jalan-jalan kamu ini rong…rong…….Ah puas keliling Indonesia, sekarang puas pula keliling Taiwan. Dua negara sudah kujelajahi sudah he…he…..Alhamdulillah, semoga tambah membuka wawasan.
Anyway hari ini kaki pegal banget karena jalan kaki terus. Sudah cukup olahraga kaki, Sekarang waktunya olahraga otak. Setelah bersantai sejenak, kembali kepada tujuan awal aku berada disini. Tetap semangat semuanya.
- Ma Fu Yue -