Apa saja sih yang kupelajari
Taipei, 8 November 2007
Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa aku memilih melanjutkan kuliah di Elektro. Kenapa tidak masuk manajemen atau kebijakan publik yang mungkin lebih berkaitan dengan politik. Jawabannya sederhana. Pertama, aku gak mau seluruh ilmu yang pernah kupelajari dahulu jadi sia-sia karena tidak diperkuat dengan pendalaman lebih lanjut atau karena aku bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan ilmuku. Pernah aku pun bertanya-tanya, aku yang orang teknik kok kerjanya di DPR ???? Apa kaitannya ??? 5,5 tahun kuliah elektro dengan total Rp 45 juta yang dikeluarkan orang tuaku terlalu sia-sia untuk hanya dijadikan formalitas mendapatkan gelar kesarjanaan. Dan jujur itulah yang terjadi sekarang, karena percaya atau tidak yang tersisa dari pertempuran Elektro UI di diriku hanyalah selembar Ijazah (yang tidak boleh hilang), satu jaket kuning penuh debu, dan beberapa buku peninggalan kuliah lama yang masih bisa dipake.
Transkrip akademikku sudah hilang (dan akhirnya aku malah bersyukur itu hilang), seluruh atribut peninggalan organisasi banyak yang sudah diloak, dibuang, atau dibakar, bahkan arsip-arsip kuliah sudah 100 persen tidak ada dan arsip kemahasiswaan mungkin tinggal 20%. Itu pun karena aku memang masih berkenan menyimpannya. Just forget it.
Yang kedua aku sepakat dengan kawanku dulu Fakhri, inilah penyakitnya para aktivis jika tidak punya kompetensi. Menganggap bahwa dunia politik sudah nyaman sehingga kemudian berorientasi kesana padahal berbeda dengan ilmunya. Politik adalah dunia semu, dunia kepentingan, suatu dunia yang tidak semestinya kita menggantungkan hidup kepadanya (kalau tidak mau jadi oportunis). Dan aku gak mau itu sehingga aku harus mendalami kompetensi ini. Paling tidak membayar kesalahan masa lalu, yakni memplejari ilmu elektro bukan untuk formalitas seperti di S1 tapi benar-benar ilmu yang tidak hilang dari ingatan.
Jujur aku akui, S1 ku lebih banyak sia-sianya. Tapi sekeras apapun aku gak bisa mengubahnya, so nikmati aja. Dan belajar memperbaikinya disini. Aku jadi iri sama istriku yang bisa membangun waktu kuliahnya jauh lebih baik.
Anyway kuliah disini sangat fun. Sebenarnya berat. Ada satu simulasi program yang sangat sulit dan tidak pernah kutemui di Indonesia, tapi harus kukerjain disini. Dan disini dosennya rata-rata tidak mau menjelaskan dari dasar lagi, jadi kalau kita benar-benar gak tahu ya harus cari tahu sendiri. Dan jujur basicku sangat lemah padahal untuk ilmu yang sama, entah karena aku gak nangkap dulu, benar-benar gak ingat, atau sistem pendidikan yang membuat kita memang jadi tidak menguasai bidang tersebut. Yang masih nyantol di kepala ini cuman rangkaian listrik, ilmu matematika dasar (Fisika aja udah lupa), plus buku Teknik Kendali, Java OOP dan modul elektronika biomedika yang bisa kupelajari lagi. Bahkan aku harus cari-cari kembali 2 kuliah aplikatif seperti Teknik Iluminasi dan Intalasi Listrik Konsumen.
Tapi cukup fun. Pertama, yang namanya dosen pembimbing benar-benar membimbing disini, melihat kesulitan mahasiswa, memberi solusi, dan pada kasusku menawarkan bantuan finasial jika memang aku kekurangan, dan dosen pembimbing itu nantinya yang akan jadi dosen pembimbing skripsi juga. Kedua disini kita dibebaskan mengambil kuliah apa saja sesuai bakat, benar-benar bebas. Aku awalnya minat ke biomedika, tapi kemudian ambil kuliah laser yang kupikir awalnya kuliah biomedika padahal bukan. Tapi tetap fun. Malah aku ambil kuliah Wireless yang sama sekali gak ada kaitan dengan jurusanku.
Dan jujur disini memang kondusif banget untuk kuliah. Aku tetap beraktivitas kemahasiswaan disini, tapi mendukung banget dengan kuliah yang ada. Baik karena aktivitas itu disesuaikan dengan waktu kosong mahasiswa atau karena mendukung ilmu yang ada. So it’s really fun. Padahal aku ngambil 4 mata kuliah dengan total 12 sks semester ini. Kawanku orang Chili saja cuman ambil 2 mata kuliah, itu juga dia jatuh sakit karena gak kuat ha….ha…..ha…..
Ada gunanya juga masa lalu yang traumatis. Minimal menjadi motivasi psikologis di kala sedih, bahwa kau pernah mengalami yang jauh lebih buruk dari ini. Jadi gak seberapa. Anyway mau tahu apa saja kuliahku. Ini dia
1. Medical Photonics
Inti kuliah ini adalah mempelajari interaksi antara cahaya (light) dengan tubuh manusia. Apa saja yang terjadi jika cahaya mengenai tubuh manusia, khususnya berkaitan dengan ilmu medis. Kita kan tahu kalau sinar X bisa dipake untuk mengetahui bagian dalam tubuh manusia, itu salah satu contoh interaksi cahaya dan manusia. Tapi rupanya banyak lho aplikasi lain kalau kita membicarakannya. Yang aku paling suka dari kuliah ini adalah fokus mempelajari ilmu optik terutama optika fisis. Jadinya kita benar-benar fokus, lagipula optika fisis juga menarik untuk dipelajari.
2.Introduction to Display Technologies
Nah ini nih salah satu kuliah aplikatif. Di S1 aku cuman dapat 2 kuliah aplikatif seperti ini (dari total 145 sks, ow..ow….). Display Tech mempelajari tentang teknologi display, seperti monitor, LCD, pokoknya alat-alat yang berfungsi menampilkan gambar di layar. Menarik karena disini kita tidak hanya mempelajari apa saja jenisnya, tapi juga dipake buat apa, keuntungan kerugian, dan cara pembuatannya. Mantap deh, terutama bagian tentang ilmu warna. Long life color science (hidup ilmu warna)
3. Wide Gap Semiconductor Technologies
Diajar oleh salah satu dosen paling senior, Wide Gap atau singkatnya WGST mempelajari tentang teknologi semikonduktor yang memiliki band gap tinggi antara pita konduksi dan valensi. Rupanya smikonduktor jenis ini punya banyak kelebihan dibanding jenis semikonduktor yang lain. Fokus kuliah ini memang pada Galium Nitrida (GaN) sih, tapi lumayan kita jadi bisa tahu fabrikasi dan keuntungan GaN. Apalagi ini adalah teknologi baru jadi potensial untuk dikembangkan.
4. Wireless Ad-Hoc Network
Apalah artinya hidup kuliahku tanpa teknologi informasi, he…he….Ini nih satu-satunya kuliah aneh yang kuambil. Gak berkaitan dengan topik risetku sih, tapi tetap fun bangettttttt. Wireless Ad-Hoc Network mempelajari tentang jaringan tanpa kabel. Kita mungkin tahu tentang jaringan, tapi biasanya kan pake kabel. Sedangkan teknologi wireless memang cukup dikenal tapi belum bisa untuk jarak jauh. Pertanyaannya adalah gimana jika sistem wireless dipakai untuk mengimplementasikan jaringan yang besar. Rupanya banyak lho yang harus diperhartikan. Inilah yang kupelajari. Yang paling menarik dari kuliah ini apalagi kalau bukan NS2. Program simulasi jaringan yang gak dipake di Indonesia tapi disini jadi kuliah biasa. Menarik banget, bahkan salah satu kawan udah ngajak aku bikin grup riset untuk ini. Tentu menarik. Lagian jangan kalian pikir grup riset di Taiwan itu grup kongkow-kongkow, ini grup riset beneran dan dibayar lho…..
Wah blog kali ini cukup panjang. Yah lumayanlah. Oke, saya punya penyesalan anda pun mungkin sama. Tapi semoga kita selalu belajar dari masa lalu kita.
- Ma Fu Yue -