Chitchat in the Mexican Restaurant
Taipei, 19 Desember 2007
Salah satu aktivitas yang kuikuti selama di NTU ini adalah kelas Tai-Chi. Salah satu beladiri unik khas Cina. Tapi jangan samakan Tai-Chi dengan kung fu biasa dengan pukulan dan tendangan seperti yang ada di film. Sebaliknya, Tai-Chi adalah jenis beladiri khas Cina dengan gerakan yang lembut, yang lebih mengutamakan gerakan defensif seperti tangkisan ketimbang gerakan ofensif seperti pukulan dan tendangan. And it is very fun, very very fun.
Laoshi (guru) -ku adalah lulusan Fakultas Hukum NTU. Dia kemudian melanjutkan kuliah S2 di New York jadi English-nya lumayan bagus. Sudah sekitar 3 atau 4 kali kita latihan, and guess what, hari Sabtu yang lalu dia ngajak kita makan-makan di restoran Mexico dekat kampus. Wow…….pertama kalinya deh gw makan piza mexico, nachos, tachos, dan enchiladas, walaupun gak sampai minum tequilla ha….ha…..
Anyway, pengalaman berharga juga. Kebetulan waktu itu laoshi datang bareng partnernya, orang Taiwan juga. Namun murid-murid yang datang kebetulan beda bangsa semua, ada aku, ada Tuvshin koordinator kelas yang berasal dari Mongolia, Pitch dari Thailand, dan satu kawan lagi dari Vietnam.
Karena dari latar belakang negara yang berbeda, jadinya diskusinya panjang kali lebar deh. Dari ngomongin susu kuda khas mongolia, kota-kota di vietnam, sampai bagaimana rakyat Thailand menyikapi jatuhnya Thaksin Sinawatra.
Sementara aku sendiri ?? Well…..luar biasa karena yang mereka tanyakan adalah mengenai tata cara hdiupku sebagai muslim. Nampaknya mungkin mereka sudah sadar waktu aku bilang kalau aku mau ikut makan-makan asal tidak makan babi dan minum alkohol.
Aku masih ingat bagaimana mereka menanyakan mengenai bagaimana kita harus mengerjakan sholat 5 waktu, apa tidak memberatkan, bagaimana dengan berhaji, dan lain sebagainya. Wuih…seru banget. Seru karena aku harus memberi penjelasan sebaik mungkin, seru melihat ketertarikan mereka, dan juga seru mengenal budaya bangsa lain di situ.
Saat makan malam kami, tidak ada orang Eropa, tidak ada orang Amerika, atau orang Australia. Murni perkumpulan orang Asia, sungguh unik juga bahwa benua ini punya budaya yang unik dan luar biasa.
Ahh….senang sekali bisa berkenalan dengan kawan-kawan dari berbagai negara. Itu suatu pengalaman berharga yang tidak akan kudapatkan di tempat lain.
Hmm…..akan makan-makan diman lagi yah nanti ?? He…he….
- Ma Fu Yue -