Around Taipei & 101

November 17th, 2007 by brigjen-sorong

Taipei, 17 November 2007

Dua hari kemarin entah kenapa aku kurang bisa memfokuskan konsentrasi untuk menyelesaikan PR. Mungkin karena sedang masa jumud, disamping saat banyak-banyaknya PR juga sudah selesai jadi butuh refreshing sebentar.

Jadi itulah yang baru saja selesai aku lakukan. Jalan-jalan. Kali ini keliling Taipei dan baru saja selesai tadi. Selama ini mungkin jalan-jalan yang kulakukan di Taipei sebatas jalan-jalan di Taman seperti 2/28 park atau Daan Park. Juga menemani rombongan dari Indonesia ke tempat-tempat wisata terbatas seperti Taiwan Handicraft Center, pusat perbelanjaan suvenir di Taipei, atau kuil Gunung Naga (Longshan Si) dengan pasar Huaxi-nya yang penuh barang-barang aneh. Oya sempat juga sih jalan-jalan menyenangkan di Chiang KAi-Shek Memorial Hall he…he….Wuihh….banyak amat jalan-jalannya.

Kebetulan hari ini pemerintah kota Taipei kembali mengadakan kegiatan perjalanan menyelusuri kota Taipei. Dan kali ini yang menjadi obyek tempat wisatanya adalah kota tua Taipei. Dimulai dari kuil Zhongshan di Taipei Barat. Disebut kota tua karena inilah pusat kota Taipei pada zaman kolonial dulu. Tempat pemukiman para saudagar-saudagar zaman Taiwan kuno, walaupun sejarah Taiwan tak sekuno sejarah Cina.

Memang cukup banyak bangunan bergaya Eropa dan Baroque di sana. Seperti rumah tempat tinggal orang-orang asing di Taiwan, atau saudagar-saudagar lokal. Ada juga sebuah gereja kuno bergaya Belanda dan markas polisi yang sepertinya berada di bekas bangunan kuno bergaya Eropa. Seperti halnya banyak kota-kota penting di dunia, Taipei pun berkembang dari aliran sungai. Adalah aliran sungai Danshui yang kemudian menjadi urat nadi kehidupan Taipei kuno, bahkan sampai sekarang walaupun mungkin sudah mulai berkurang.

Lewat sungai inilah para saudagar di Taiwan berdagang teh dan rempah-rempah. Bahkan ada sebuah rumah yang bermotif ukiran nanas, karena konon dulu pemiliknya adalah pedagang nanas yang sukses.

Selain menikmati bangunan-bangunan kuno, kita juga menikmati kuil-kuil Konghucu disana. Ada sekitar 3 kuil besar di Zhongshan area. Kita cuman berkunjung ke dua diantaranya, dan khusus bagi aku jadi sedikit pusing karena bau dupa dan pusing juga merasakan teh pemberkatan dari kuil yang rasanya aneeehhhh banget (untung gak ada alkoholnya).

Yang paling unik dari daerah ini mungkin adalah toko-toko yang banyak menjual makanan kecil khas Cina dan ramuan obat-obatan kuno. Akar ginseng atau sirip ikan hiu bisa kalian dapatkan dengan mudah disini.

Perjalanannya cukup menyenangkan, walaupun tour guide yang membawakan acara berbicara dalam bahasa Cina sehingga akhirnya kita cuman ngobrol sendiri. Tapi beliau cukup ramah saat berpisah di akhir. Memang nuansa sejarah cukup terasa di area ini, walaupun jujur dari segi kuno dan segi historis, Zhongshan area ini menurutku kalah kuno dari kota tua Batavia. Daerah stasiun Jakarta kota sampai Roa Malaka sana. Bangunan kunonya jauh lebih banyak, jauh lebih tua banget sehingga sangat cocok dijadikan ajang uji nyali he..he…

Dan semua pun indah di akhir. Sepulang wisata, kita ke daerah dekat Sun Yat Sen Memorial Hall, bangunan yang dibangun untuk menghormati bapak Nasionalisme Cina Sun Yat Sen. Ada sebuah restoran Cina halal disana, bahkan saat kita datang langsung bilang assalamu alaikum. Menikmati pancake ala Cina yang saya lupa namanya dan niu rou mian alias mie daging sapi bener-bener luar biasa. Wow……asal ingat duit aja ha…ha….

Belum puas jalan-jalan siang, sore tadi akhirnya aku dan Rocky berkunjung lagi ke landmark-nya kota Taipei dan seluruh Taiwan. Apalagi kalau bukan Taipei 101, bangunan tertinggi di dunia saat ini. Dengan tinggi kurang lebih 509 meter, inilah bangunan tertinggi di dunia sampai detik ini. Mengalahkan Sears Tower di Chicago atau menara Petronas di Malaysia.

Taipei 101 pertama kali dibuka tahun 2004, dan langsung menjadi bangunan tertinggi di dunia mengalahkan menara Petronas saat itu. Lantai 1 sampai lantai 5 tempat ini adalah mall yang gratis bagi orang untuk keluar masuk. Tapi kalau kita mau sampai ke puncak tertingginya, mesti bayar tiket masuk.

Total lantai yang bisa dinaiki di Taipei 101 berjumlah 89 lantai. Sebenarnya lantai di Taipei 101 lebih banyak lagi, cuman lantai 90 keatas dipakai buat tempat perawatan dan juga sebagai menara transmisi radio. Lantai 6 sampai lantai 88 adalah perkantoran sedangkan lantai 89 memang dikhususkan sebagai tempat wisata. Lantai observasi yang memang dikhususkan bagi para turis untuk melihat seluruh pemandangan Taipei dari sini.

Dari sini memang kita bisa melihat pemandangan ke seluruh penjuru Taipei. Bahkan pegunungan terjauh yang mengelilingi kota Taipei pun bisa kita lihat dari sini. Jujur aku agak ngeri diatas tadi saat melihat kebawah. Karena di lantai ini dinding terluarnya adalah kaca plexi. Memang ini kaca yang sulit sekali pecah, tapi tetap saja bikin keder he…he…..

Tadi memang agak berkabut. Tapi pemandangan cukup indah dan luas dari Taipei 101. Ada dua hal yang paling menarik bagi saya di bangunan tertinggi ini. Pertama, adalah komponen penyeimbang berat di Taipei 101 bernama Damper Baby. Damper Baby ini bentuknya seperti bola beton berwarna emas dengan berat sekitar 550 ton. Diletakkan tepat di tengah pusat bangunan Taipei 101 di lantai 89, Damper Baby berfungsi menjaga keseimbangan bangunan tertinggi ini agar tidak runtuh sewaktu-waktu. Prinsipnya sih sebenarnya prinsip cantilever fisika sederhana, tapi lumayan kompleks juga untuk kompoonen sebesar itu. Sebenarnya hampir seluruh bangunan tertinggi di dunia punya komponen semacam Damper Baby ini, bedanya Damper Baby di Taipei 101 adalah satu-satunya Damper Baby yang dibuka untuk umum. Sehingga orang bisa melihat bahkan memotretnya. Ada kawan dari UI yang datang ke Taipei 101 minggu lalu khusus untuk melihat Damper Baby ini karena tertarik saat disampaikan di National Geographic Channel.

Dan bagian kedua yang aku suka dari Taipei 101 adalah Nan Bian, sisi selatan Taipei 101. Taipei 101 memang berbentuk persegi, dan di lantai 89 ada 4 sisi yaitu Bei (utara), Dong (Timur), Xi (Barat), dan Nan (Selatan). Di masing-masing sisi ada pemandangan yang beda dan juga arah peta dunia dari Taipei.

Dari sisi selatan sebenarnya tidak terlalu banyak bangunan, tapi itulah indahnya. Melihat pemandangan pegunungan Taipei yang hijau di kala senja. Dan disamping itu, di sisi selatan ini terpampang gambar wilayah dunia yang terletak di sisi selatan Taiwan. Itulah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Laut Cina Selatan. Memandang dari  sisi selatan seakan memandang balik jauh ke Indonesia. Tempat cintaku selalu menunggu. Memandang ke luasnya laut Cina Selatan. Tempat seluruh petualangan bermula. Kadang-kadang aku bermimpi menjadi Sao Feng, tokoh raja bajak laut Cina Selatan yang diperankan Chow Yun Fat di Pirates of Caribbean. Punya markas di Singapura, dan membajak di sekitar laut Cina Selatan. Gw pengen sekali bisa bajak Malaysia. Dasar negara brengsek tuh. Yah itulah, pengalaman di Taipei 101.

Sebenarnya Taipei 101 bukan lagi bangunan tertinggi di dunia. Pada bulan Agustus 2007 dia sudah dikalahkan oleh Burj Dubai, bangunan perkantoran di Uni Emirat Arab. Hanya saja Burj Dubai masih belum selesai dan masih menambah jumlah lantainya sehingga belum bisa disebut bangunan utuh. Entahlah apakah ada lagi bangunan tertinggi kemudian. Saya jadi ingat cerita tentang menara Babel didalam Injil yang sangat menarik. Dimana di zaman kekaisaran Babilonia kuno dulu, manusia berusaha membangun bangunan yang sangat tinggi bernama menara Babel agar bisa mencapai surga. Menara itulah simbol kesombongan manusia. Tapi kemudian Tuhan menghancurkan menara itu dan juga seluruh kesombongan manusia. Semoga lomba membuat bangunan tertinggi ini bukanlah bentuk kesombongan manusia. Karena memang manusia harus bisa membatasi dirinya sendiri, dan oleh karena itulah aku pun harus bisa membatasi keinginanku dan berusaha qanaah dengan apa yang ada walaupun selalu berbuat yang terbaik.

Ahh….baru 3 bulan sih di Taipei, tapi dah jalan-jalan kemana-mana. Kuil-kuil sekitar Taipei udah, Taichung dan museum kayu udah, Yilan sudah, Taipei 101 sudah, dan Insya Allah besok mau ke Chungli di daerah Taoyuen untuk part-time. Dasar tukang jalan-jalan kamu ini rong…rong…….Ah puas keliling Indonesia, sekarang puas pula keliling Taiwan. Dua negara sudah kujelajahi sudah he…he…..Alhamdulillah, semoga tambah membuka wawasan.

Anyway hari ini kaki pegal banget karena jalan kaki terus. Sudah cukup olahraga kaki, Sekarang waktunya olahraga otak. Setelah bersantai sejenak, kembali kepada tujuan awal aku berada disini. Tetap semangat semuanya.

- Ma Fu Yue -

Santai dulu ah…..

November 14th, 2007 by brigjen-sorong

Taipei, 15 November 2007

Butuh waktu semalaman buat saya menyelesaikan PR #1 Wireless, tapi Alhamdulillah selesai juga. Fiuh…..Sekarang tinggal menstabilkan kembali perencanaan dan waktu yg ada.

Berkaca dari pengalamanku di UI, menurutku perencanaan saat belajar maupun kerja terbagi menjadi 3 macam. Jika pekerjaanmu tidak selesai dan siklus hidupmu pun tidak teratur (contohnya makan dan tidur tidak teratur), itu namanya perencanaan yang gagal total. Jika pekerjaanmu selesai namun siklus hidupmu tidak teratur, tiu perencanaan yang biasa saja. Tapi lumayanlah. Yang paling bagus adalah saat pekerjaanmu selesai dan hidupmu tetap teratur. Itu perencanaan yang luar biasa.

Saat ini aku merasa perencanaan belajarku di antara biasa dan luar biasa. Aku berusaha sih tetap hidup teratur (kalo ada istriku pasti aku dimarah-marahin), walaupun kuliahnya cukup berat juga. Ini kedua kalinya aku harus begadang mengerjakan PR setelah 2 minggu lalu ngerjain PR Disp-Tech. Tapi lumayanlah, masih bisa distabilkan. Dan semua capek yang ada hilang melihat PR selesai semua dengan baik he…he…

Anyway, hari ini libur di NTU karena hari ini hari ulang tahun NTU. Dan hari ini cuaca sangat cerah. Belum pernah NTU secerah hari ini. Kayaknya aku mau mengikuti saran temanku Stefan dari Austria. Bersantai di cerah hari, melupakan sejenak PR - PR yang ada. Dan berusaha menstabilkan hidup kembali.

Ah…Ya Allah, terima kasih atas pelajaran hidup yang berat dulu. OK, segera keluar sebelum hujan lagi !!!!

- Ma Fu Yue -

11 PR, 1 UTS, apa lagi …?????

November 12th, 2007 by brigjen-sorong

Taipei, 13 November 2007

Akhirnya aku bisa menikmati masa luangku, pagi tadi. Memang waktu luang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Tapi gak ada salahnya bersantai sejenak.

2 minggu ini sudah sangat padat dengan PR, dan juga persiapan UTS. Walau kayaknya saya yang terlalu melebih-lebihkan UTS Medical Photonics kemarin. Tapi gak apa-apalah, lumayan buat nambah ilmu.

Total ada 11 PR yang sudah lewat dari 4 mata kuliah sejak awal semester ini. Total PR terbanyak dipegang oleh mata kuliah Medical Photonics dengan 6 PR. Display Tech dan Wide Gap baru 2, sedangkan Wireless cuman satu yang yang selesai, walaupun sebenarnya PR Wireless ada 3, tapi 2 lagi PR simulasi dengan deadline yang panjang. Lumayanlah, ada kesempatan untuk memperdalam NS2. Thanx to Professor Hsieh.

Anyway, ujian disini rupanya beda dengan ujian di Fakultas Teknik UI dulu. Kalau di FTUI, ujiannya terjadwal dalam arti ada slot waktu khusus di tengah semester untuk UTS maupun slot waktu final di akhir untuk UAS. Tapi disini tidak demikian. Ujian ditentukan bersama-sama di kelas antara dosen dan mahasiswa. Waktunya pun terserah, gak ada slot waktu khusus dari jurusan. Mirip sama Fakultas Ilmu Budaya, tempat istriku dulu.

Ujiannya pun tidak terlihat resmi-resmi amat. Soalnya dicetak sendiri oleh masing-masing dosen, paling gak itu yang terlihat di kelas Medical Photonics. Gak ada buku ujian khusus, cuman kertas selembar tempat mengisi jawaban. Terlihat santai. Akupun santai.

Mungkin kelemahan sistem ujian seperti ini adalah gak semua mata kuliah diselesaikan, jadinya mahasiswa gak bisa langsung santai sesudah ujian. Cuman aku jadi lebih fokus belajarnya. Dan entah kenapa aku lebih menikmati ujian disini. Atau jangan-jangan karena aku sudah antipati dan traumatis dengan kehidupan di Fakultas Teknik dulu ha….ha…..Sudahlah, opini-opini gw juga. So biarin aja. It’s very enjoable here.

11 PR, 1 UTS, baru 2 minggu lagi ada UTS. OK what’s next ?????????

- Ma Fu Yue -

Dibawah 20 derajat celcius di Taipei

November 10th, 2007 by brigjen-sorong

Taipei, 9 November 2007

Taipei sedingin puncak kalau musim dingin, dan mungkin akan lebih dingin lagi. Tapi itu gak masalah sih, aku sudah mulai bisa menyesuaikan diri dengan musim dingin di kota ini. Cuman seminggu aja aku harus pakai sarung tangan dan kaos kaki untuk tidur.

Hanya yang aku benci dari musim dingin di Taipei adalah cuaca dingin ini membuat sakit gigiku kambuh lagi, uh….snut…snut. Untung persediaan obat sakit gigi dari Indonesia lumayan banyak. Yang kedua adalah gak adanya matahari. Memang salju tidak turun di Taipei. Tetapi musim dinginnya ditandai dengan hujan terus menerus dan langit yang selalu mendung.

Ah sudahlah……Sebenarnya sih pengen jalan-jalan. Tapi mau bagaimana lagi. Cuaca tidak mendukung, beasiswa belum turun, lagian PR masih menumpuk walaupun sedikit demi sedikit bisa gw babat juga.

Kayaknya aku mulai bosan duduk di depan komputer untuk belajar dan ngerjain PR. 2 minggu kayak gini lumayan jumud juga. Yah tapi aku ada UTS satu hari senin nanti, lagian hari sabtu dan minggu bakal jalan-jalan dari Taipei ke Zhong Li. Jadi yah lumayan lah nikmati aja.

Uh….aku rindu istriku.

- Ma Fu Yue -

Espana………

November 8th, 2007 by brigjen-sorong

Taipei, 8 November 2007

Dari sekian banyak mahasiswa luar negeri disini, aku merasa cukup dekat dengan orang-orang ras Hispanik alias Spanyol. Kebetulan dari 4 mata kuliah yang kuambil aku bertemu dengan 2 orang spanyol dan 1 orang Chili yang sebenarnya berasal dari Spanyol juga.

Ada Enrique yang kalau cukur jenggot bisa gw yakin banget mirip sama Fernando Morientes he…he…..Dia kawan di kelas Photonics yang santai kelihatannya cuek tapi baik banget dan isi kepalanya wow………Orang-orang Spanyol memang bisa lebih pintar ketimbang orang Jerman atau Inggris. Mungkin mereka terlalu santai aja karena bawaan tinggal di dekat laut tengah yang panas. Ada juga Jose kawan satu angkatan yang telat nyampe Taiwan dan minta bantuan slide course, tapi lumayan bersahabat. Apalagi hobinya berpetualang. Sama dong.

Dan terakhir ada Rodrigo dari Chili. Selalu salaman setiap ketemu. Cuman ngambil 2 kuliah di bidang telekomunikasi tapi sayang sudah sakit parah gara-gara tugasnya Professor Hsieh he…he….

Aku cukup banyak ngobrol dengan mereka. Dari sana aku jadi tahu kalau sebenarnya bahasa Spanyol di Spanyol beda dengan di Amerika Selatan dan harus hati-hati. Misalnya bahasa Spanyol untuk bis kota, di Argentina malah berarti tempat pelacuran (hah…….). Dan juga seperti halnya seluruh Eropa, sepakbola adalah agama kedua di Spanyol setelah Katolik.

Kebetulan Jose berasal dari Madrid. Jadilah aku mulai ngomong panjang lebar soal Real Madrid, klub kebanggaan ibukota Spanyol itu. Tapi kemudian dia malah bilang sebaiknya jangan bicarakan Madrid karena dia bukan pendukungnya. Rupanya dia pendukung Atletico Madrid, klub sekota dengan Real, dan pendukung Atletico gak ada yang suka dengan Real Madrid. Aduh……Jadi tahu sebesar itu yah posisi Sepakbola di Spanyol. Semoga aku bia berkunjung kesana lagi, melihat indahnya Andalusia bersama istriku tercinta.

Oya rupanya nih orang-orang Spanyol kecuali Jose, sengaja bawa pacar dari sana. Tahu gak buat apa ? Yah buat itu deh, aktivitas seksual. Gw gak bisa ngomong lagi deh pas dibilang kayak gitu. Dan pacar-pacar mereka ini memang tinggal bersama sampai kuliah kelar.

Yah, jangan ditiru ya !!!!!!!

- Ma Fu Yue -

Apa saja sih yang kupelajari

November 8th, 2007 by brigjen-sorong

Taipei, 8 November 2007

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa aku memilih melanjutkan kuliah di Elektro. Kenapa tidak masuk manajemen atau kebijakan publik yang mungkin lebih berkaitan dengan politik. Jawabannya sederhana. Pertama, aku gak mau seluruh ilmu yang pernah kupelajari dahulu jadi sia-sia karena tidak diperkuat dengan pendalaman lebih lanjut atau karena aku bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan ilmuku. Pernah aku pun bertanya-tanya, aku yang orang teknik kok kerjanya di DPR ???? Apa kaitannya ??? 5,5 tahun kuliah elektro dengan total Rp 45 juta yang dikeluarkan orang tuaku terlalu sia-sia untuk hanya dijadikan formalitas mendapatkan gelar kesarjanaan. Dan jujur itulah yang terjadi sekarang, karena percaya atau tidak yang tersisa dari pertempuran Elektro UI di diriku hanyalah selembar Ijazah (yang tidak boleh hilang), satu jaket kuning penuh debu, dan beberapa buku peninggalan kuliah lama yang masih bisa dipake.

Transkrip akademikku sudah hilang (dan akhirnya aku malah bersyukur itu hilang), seluruh atribut peninggalan organisasi banyak yang sudah diloak, dibuang, atau dibakar, bahkan arsip-arsip kuliah sudah 100 persen tidak ada dan arsip kemahasiswaan mungkin tinggal 20%. Itu pun karena aku memang masih berkenan menyimpannya. Just forget it.

Yang kedua aku sepakat dengan kawanku dulu Fakhri, inilah penyakitnya para aktivis jika tidak punya kompetensi. Menganggap bahwa dunia politik sudah nyaman sehingga kemudian berorientasi kesana padahal berbeda dengan ilmunya. Politik adalah dunia semu, dunia kepentingan, suatu dunia yang tidak semestinya kita menggantungkan hidup kepadanya (kalau tidak mau jadi oportunis). Dan aku gak mau itu sehingga aku harus mendalami kompetensi ini. Paling tidak membayar kesalahan masa lalu, yakni memplejari ilmu elektro bukan untuk formalitas seperti di S1 tapi benar-benar ilmu yang tidak hilang dari ingatan.

Jujur aku akui, S1 ku lebih banyak sia-sianya. Tapi sekeras apapun aku gak bisa mengubahnya, so nikmati aja. Dan belajar memperbaikinya disini. Aku jadi iri sama istriku yang bisa membangun waktu kuliahnya jauh lebih baik.

Anyway kuliah disini sangat fun. Sebenarnya berat. Ada satu simulasi program yang sangat sulit dan tidak pernah kutemui di Indonesia, tapi harus kukerjain disini. Dan disini dosennya rata-rata tidak mau menjelaskan dari dasar lagi, jadi kalau kita benar-benar gak tahu ya harus cari tahu sendiri. Dan jujur basicku sangat lemah padahal untuk ilmu yang sama, entah karena aku gak nangkap dulu, benar-benar gak ingat, atau sistem pendidikan yang membuat kita memang jadi tidak menguasai bidang tersebut. Yang masih nyantol di kepala ini cuman rangkaian listrik, ilmu matematika dasar (Fisika aja udah lupa), plus buku Teknik Kendali, Java OOP dan modul elektronika biomedika yang bisa kupelajari lagi. Bahkan aku harus cari-cari kembali 2 kuliah aplikatif seperti Teknik Iluminasi dan Intalasi Listrik Konsumen.

Tapi cukup fun. Pertama, yang namanya dosen pembimbing benar-benar membimbing disini, melihat kesulitan mahasiswa, memberi solusi, dan pada kasusku menawarkan bantuan finasial jika memang aku kekurangan, dan dosen pembimbing itu nantinya yang akan jadi dosen pembimbing skripsi juga. Kedua disini kita dibebaskan mengambil kuliah apa saja sesuai bakat, benar-benar bebas. Aku awalnya minat ke biomedika, tapi kemudian ambil kuliah laser yang kupikir awalnya kuliah biomedika padahal bukan. Tapi tetap fun. Malah aku ambil kuliah Wireless yang sama sekali gak ada kaitan dengan jurusanku.

Dan jujur disini memang kondusif banget untuk kuliah. Aku tetap beraktivitas kemahasiswaan disini, tapi mendukung banget dengan kuliah yang ada. Baik karena aktivitas itu disesuaikan dengan waktu kosong mahasiswa atau karena mendukung ilmu yang ada. So it’s really fun. Padahal aku ngambil 4 mata kuliah dengan total 12 sks semester ini. Kawanku orang Chili saja cuman ambil 2 mata kuliah, itu juga dia jatuh sakit karena gak kuat ha….ha…..ha…..

Ada gunanya juga masa lalu yang traumatis. Minimal menjadi motivasi psikologis di kala sedih, bahwa kau pernah mengalami yang jauh lebih buruk dari ini. Jadi gak seberapa. Anyway mau tahu apa saja kuliahku. Ini dia

1. Medical Photonics

Inti kuliah ini adalah mempelajari interaksi antara cahaya (light) dengan tubuh manusia. Apa saja yang terjadi jika cahaya mengenai tubuh manusia, khususnya berkaitan dengan ilmu medis. Kita kan tahu kalau sinar X bisa dipake untuk mengetahui bagian dalam tubuh manusia, itu salah satu contoh interaksi cahaya dan manusia. Tapi rupanya banyak lho aplikasi lain kalau kita membicarakannya. Yang aku paling suka dari kuliah ini adalah fokus mempelajari ilmu optik terutama optika fisis. Jadinya kita benar-benar fokus, lagipula optika fisis juga menarik untuk dipelajari.

2.Introduction to Display Technologies

Nah ini nih salah satu kuliah aplikatif. Di S1 aku cuman dapat 2 kuliah aplikatif seperti ini (dari total 145 sks, ow..ow….). Display Tech mempelajari tentang teknologi display, seperti monitor, LCD, pokoknya alat-alat yang berfungsi menampilkan gambar di layar. Menarik karena disini kita tidak hanya mempelajari apa saja jenisnya, tapi juga dipake buat apa, keuntungan kerugian, dan cara pembuatannya. Mantap deh, terutama bagian tentang ilmu warna. Long life color science (hidup ilmu warna)

3. Wide Gap Semiconductor Technologies

Diajar oleh salah satu dosen paling senior, Wide Gap atau singkatnya WGST mempelajari tentang teknologi semikonduktor yang memiliki band gap tinggi antara pita konduksi dan valensi. Rupanya smikonduktor jenis ini punya banyak kelebihan dibanding jenis semikonduktor yang lain. Fokus kuliah ini memang pada Galium Nitrida (GaN) sih, tapi lumayan kita jadi bisa tahu fabrikasi dan keuntungan GaN. Apalagi ini adalah teknologi baru jadi potensial untuk dikembangkan.

4. Wireless Ad-Hoc Network

Apalah artinya hidup kuliahku tanpa teknologi informasi, he…he….Ini nih satu-satunya kuliah aneh yang kuambil. Gak berkaitan dengan topik risetku sih, tapi tetap fun bangettttttt. Wireless Ad-Hoc Network mempelajari tentang jaringan tanpa kabel. Kita mungkin tahu tentang jaringan, tapi biasanya kan pake kabel. Sedangkan teknologi wireless memang cukup dikenal tapi belum bisa untuk jarak jauh. Pertanyaannya adalah gimana jika sistem wireless dipakai untuk mengimplementasikan jaringan yang besar. Rupanya banyak lho yang harus diperhartikan. Inilah yang kupelajari. Yang paling menarik dari kuliah ini apalagi kalau bukan NS2. Program simulasi jaringan yang gak dipake di Indonesia tapi disini jadi kuliah biasa. Menarik banget, bahkan salah satu kawan udah ngajak aku bikin grup riset untuk ini. Tentu menarik. Lagian jangan kalian pikir grup riset di Taiwan itu grup kongkow-kongkow, ini grup riset beneran dan dibayar lho…..

Wah blog kali ini cukup panjang. Yah lumayanlah. Oke, saya punya penyesalan anda pun mungkin sama. Tapi semoga kita selalu belajar dari masa lalu kita.

- Ma Fu Yue -

Blog lagi sesudah PR

November 8th, 2007 by brigjen-sorong

Taipei, 8 November 2007

Ni hao blog, aduuuhhh….lama sekali gak mengisi blog-ku tersayang ini. Maaf ya, memang agak sibuk banget 2 minggu ini.

Kebetulan aku biasa menemani para anggota misi kebudayaan Indonesia yang lagi datang ke Taiwan. Dua minggu yang lalu temenin Bapak dan Ibu dari Sulawesi Selatan, dan seminggu yang lalu temenin kawan-kawan Liga Tari Krida Budaya UI. Fiuh capek baget.

Itu belum termasuk, kuliah yang beraaaat….Sebenarnya gak berat sih, karena jujur aku menikmatinya. Tapi memang minggu adalah puncaknya. Empat PR berbeda untuk 4 mata kuliah yang aku ambil. Fiuhhh……super combo. Aku selalu menanamkan di pikiran bahwa ini belum seberapa, karena aku pernah merasakan combo yang lebih berat lagi di masa laluku .

Alhamdulillah sih, akhirnya semuanya berakhir hari ini. Total sampai saat ini aku sudah mengerjakan 10 PR dari 13 PR yang ada dengan tinggal 3 PR tersisa.

Aku sebenarnya pengen untuk mengupload PR-ku suapay membantu orang-orang yang mungkin sedang kesulitan untuk hal yang sama. Tapi gimana caranya yah, aku harus belajar lagi sepertinya.

Oya, minggu depan dah mulai UTS nih mohon doanya ya rekan-rekan.

Zaijian

- Ma Fu Yue -

Misi : BUNUH DIRI !!!!!!!!

October 28th, 2007 by brigjen-sorong

Taipei, 28 Oktober 2007

Hey, aku sudah ceritain belum kalau ada mahasiswa Taiwan yang mau coba bunuh diri di depan kamar asramaku ??? Kejadiannya hari senin yang lalu. Sekitar jam 3 dinihari.

Waktu itu aku masih browsing internet di kamar sementara teman sekamarku Jaya alias Big Zay sedang asyiknya tertidur memimpikan bidadari (hua….ha…..ha……). Saat sedang asyik-asyiknya browsing, tiba-tiba….BRUAKKKKKKKK. Ada bunyi jatuh yang keras persis di depan jendela kamar asramaku, dan setelah itu bunyi gubraknya disusul dengan suara mengerang.

Kupikir ada apaan, tapi saat melongok keluar jendela, wow ada orang terkapar menegerang di bawah jendela kamarku. Kebetulan kamarku berada di lantai satu, sedangkan seluruh Sushe (ini bahasa Cinanya asrama) berjumlah 5 lantai.

Kontan supervisor asrama langsung keluar, dan beberapa orang yang lain juga keluar melihat apa yang terjadi. Dan rupanya…. yup… benar. Tuh orang lagi berusaha bunuh diri.

Angka bunuh diri di daerah Asia Timur memang cukup besar. Rekor dipegang oleh Jepang yang angka bunuh dirinya tertinggi se-dunia (kayak nyawa bisa dibeli di pasar malam aja…..). Taiwan, Hong Kong, dan Cina menyusul. Kayaknya Indonesia juga bisa jadi pemegang rekor bunuh diri juga nih, mengingat saat ini kejadian bunuh diri makin marak di Indonesia bahkan terjadi sampai di kalangan anak - anak untuk urusan yang sepele…….tidak dibelikan buku gambar, dimarahin ortu, dan yang paling sering adalah himpitan ekonomi. Thanx to para politisi kita yang senang berdebat dan menyelamatkan kekuasaan dan omong doang tanpa kerja, mereka berjasa untuk mengurangi jumlah penduduk Indonesia yang padat, karena mereka berhasil membuat makin banyak mereka yang bunuh diri (sinis banget yah….emang iya !!!).

Ada yang bilang kenapa di Asia Timur banyak yang bunuh diri karena mereka banyak yang gak punya agama. Jadi tidak ada semacam ingatan religius dan psikologis mereka yang mencegah agar mereka tidak bunuh diri. Tapi kalau kayak gini sih, harusnya di Amrik dan Eropa juga angka bunuh diri tinggi. Tapi tidak sebanding dengan yang ada di Asia Timur.

Teori kedua menyatakan bahwa bunuh diri marak di Asia Timur lebih karena prinsip orang-orang Asia Timur yang keras. Maklum, kayak di Jepang misalnya. Prinsip Bushido-nya kuat banget. Lebih baik mati (harakiri, seppuku), ketimbang gagal bertugas. Banyak pejabat di Jepang atau Korsel memilih mengakhiri hidupnya jika gagal menjalankan tugas, minimal mundur dengan bertanggung jawab. Suatu contoh bertanggung jawab yang baik walaupun kebablasan kalau sampe bunuh diri.

Di Indonesia, boro-boro tanggung jawab. Kalau salah, sembunyiin kesalahan. Kalau kesalahannya ketahuan maka mulau cari alasan. Kalau alasannya gak bisa diterima minta maaf. Terus selesai. Besoknya, bikin salah lagi deh dan mengulang looping yang sama. Lingkaran setan bgt.

Di Asia Timur bunuh diri kalau gagal. Padahal belum tentu kegagalan pejabat itu karena kesalahan dia pribadi.

Herannya di Indonesia, lebih luar biasa lagi. Ada penyakit baru yang namanya penyakit "pengadilan". Yaitu pejabat yang salah, tiba-tiba sakit pas mau dibawa ke pengadilan. Pas diluar pengadilan malah sembuh, eh pas dibawa ke pengadilan sakit lagi. Luar biasa. Hebatnya berkali-kali sakit di pengadilan tapi gak mati-mati juga !!!!! Soeharto, Nurdin Halid, Wijanarko Poespoyo, aduh…..banyak deh. Luar biasa deh pejabat di negara kita.

Anyway kembali ke orang Taiwan yang mau bunuh diri itu, sungguh disayangkan akhirnya dia gak mati (he…he…). Hasil pemeriksaan petugas sih dia memang berusaha bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 5 asrama. Ada yang bilang dia bunuh diri karena diputus pacar. Tapi ada juga yang bilang bahwa dia bunuh diri karena belum ngerjain tugas yang mesti dikumpul besoknya (ini serius lho..). Dia gak jadi mampus sih, cuman leher dan tulang belakang "saja" yang patah. Yah baguslah dia gak jadi koit di depan kamar gw. Susah juga ada hantu gentayangan di depan kamar he..he..

Saya turut berduka cita untuk dia, karena dia ingin mati tapi gak bisa mati ha…ha……..Buat pacarnya yang mungkin memutuskan hubungan dengan dia, semoga usaha bunuh diri ini membuka hatinya untuk mau menerima dia sebagai pacar dan bahkan lanjut ke jenjang pernikahan. Buat profesor yang ngasih tugas berat sama dia sehingga dia bunuh diri, semoga hatinya terbuka untuk bisa memberikan nilai A buat dia. Dan kalaupun pacar atau profesornya gak terbuka hatinya, minimal dia bisa bunuh diri lagi di rumah sakit yang lantainya lebih tinggi. Itu juga kalau bisa mati, kalau masih hidup juga ??? He…he..

Lain kali gw pasang deh peringatan di dekat kamar gw. "Ini kamar orang Indonesia yang sangat menghargai hidupnya, anda mau bunuh diri ????? Cari lokasi yang lain aja. Dan pastikan anda sudah menelepon jasa pemakaman 10 menit sebelumnya agar ada yang mengangkat jenazah anda nanti." Ha…ha…ha……..

OK, see you with another story. Jangan bunuh diri ya, termasuk kalau gagal menjalankan tugas kuliah dan kemahasiswaan. Terserah sih, nyawa masing-masing kok.

- Ma Fu Yue -

8.45 to Yilan

October 28th, 2007 by brigjen-sorong

Taipei, October 28th 2007

Terima kasih buat mereka yang sudah memberikan comments di blogku, sangat konstruktif. Aku jadi merasa bangga punya blog dan gak mau kuhapus-hapus lagi he..he…

Oke, berhenti mengasihani diri dan lebih baik menikmati indahnya Taipei. Aku lagi tergila-gila dengan film western cowboy baru berjudul "3.10 to Yuma". Jadi blog kali ini kuberi judul 8.45 to Yilan.

8.45 karena aku bepergian jam 8.45 kemarin lebih tepatnya (ngaret dikit sih). Yilan, karena kesanalah tujuanku. Yilan Shi, alias Yilan city, alias kota Yilan. Terletak di sisi barat pulau Taiwan, perjalanan ke Yilan akan membawa kalian melewati daerah pantai di pesisir Utara Taipei. Aku yakin pasti ada daerah pantai alias Hao Tan yang bagus di Taiwan. Cuman pantai yang kita lewati sangatlah terjal dan tidak cocok untuk berenang, kalau mau bunuh diri mungkin bisa he..he..(ini nanti aja ceritanya).

Setelah perjalanan yang cukup melelahkan selama dua jam, kita akan masuk ke kota Yilan yang sangat asri, kental dengan nuansa pedesaan, banyak kuburan Cina dan punya beberapa kuil di perbukitan yang cocok buat jadi tempat shooting film kung fu.

Yilan adalah kota ketiga di Taiwan yang kukunjungi dalam dua bulan pertamaku di Taiwan ini. Selain Yilan, minggu lalu aku mengunjungi Taichung dalam perjalanan melukis bebek kayu yang mengesankan, dan juga tentu saja Taipei tempat tinggalku.

Kebetulan ada pagelaran budaya Indonesia, dan pagelaran itu dilakukan di Yilan karena disana ada pusat kesenian nasionalnya Taiwan.

Kebetulan lagi, yang pada waktu itu sedang mentas adalah rombongan Sulawesi Selatan. Kampungku sendiri. Wow….it’s fun bisa bertemu orang-orang satu kampung lagi. Jadinya, aku harus menjelaskan mengenai tari-tarian Sulawesi dan budayanya serta adat istiadat disana. Masak banyak yang gak tahu kalau Pangeran Diponegoro dimakamkan di ibukota Sulawesi Selatan, Makassar ?

Aduh ….ini nih yang bikin budaya kita gampang diambil dan diobrak-abrik bangsa lain. Gak heran deh Malaysia bisa ambil lagu Rasa Sayange, Caca Marica, dan Jali Jali (serta sebentar lagi ngambil lagu goyang dombret juga). Kita gak tahu budaya dan sejarah bangsa kita sih.

Beda rasanya melihat kebudayaan negeri sendiri jauh di negeri orang. Kau akhirnya akan merasa ada sesuatu yang dibanggakan, dan mungkin lebih merasa tidak tahu dengan bangsamu sendiri. Yah….kulutr alias budaya. Satu hal penting dalam kehidupan, yang sering pula menjadi benturan dalam kehidupan.

Aku ingat sebelum menikah tiga bulan lalu. Ayah sempat tidak setuju, lebih karena masalah budaya. Bukan benturan budaya, tetapi ketakutan bahwa aku akan mengesampingkan kebudayaanku yang mesti diwarisi turun temurun. Well, of course not dad.

Mestinya tamparan Malaysia dalam kasus Rasa Sayange memberi pengingatan pada kita untuk tetap menjaga budaya bangsa sendiri. Itulah aset bangsa. Dan aku pun berada disana, menjaga budaya bangsa yang majemuk, termasuk budayaku sendiri. Dan aku akan menjaga agar siapapun tidak boleh mengambil budaya bangsa kita yang unik ini, atau mencoba-coba mengganti budaya kita dengan identitas budaya lain dengan menggerus habis budaya Indonesia. Dead cert….

- Ma Fu Yue -

Apa saja isi laboratoriumku ???

October 24th, 2007 by brigjen-sorong

Taipei, 25 Oktober 2007

Sudah cukup dulu untuk hal-hal yang filosofis ya. Kali ini aku tidak ingin menyinggung hal-hal buruk lagi demi kebaikanku dan kebaikan kita bersama.

Mari gembira, dimulai dengan punya banyak teman. Dan ngomong-ngomong soal teman, aku punya banyak teman asing lho disini.

Ada Jose dan Enrique dari Spanyol, sama-sama satu program nih di R&D dan sering bantu-bantuan. Di lab ada 5 orang Taiwan yang benar-benar membantu. Max dari Tainan yang mahasiswa Ph.D., terus Joan, Tsai (wo de laoshi), Gohow, dan Forest (yang senang dengan Forest Gump). Empat yang terakhir mahasiswa master seperti aku. Dan tentu saja Rocky, Jaya, dan teman-teman Formmit yang jadi kawan sepenanggungan tapi beda nasib ha…ha….

Ah lovely little Taiwan……

Lanjut lagi ah bikin tugas.

- Ma Fu Yue -